Pupuk Subsidi Haram Dijual Diatas HET, Komisi II DPRD Kabupaten Bogor Ambil Langkah Tegas ini

Pupuk subsidi bagi petani. (Ist)

CIBINONG – Pupuk yang menjadi kebutuhan para petani disubsidi Pemerintah, dengan berbagai jenis pupuk. Namun diduga disejumlah wilayah di Kabupaten Bogor, pupuk itu rawan dijual diatas Harta Eceran Tertinggi (HET). Bahkan, penyaluran pupuk subsidi tersebut menjadi perhatian parlemen di Komisi 2 DPRD Kabupaten Bogor.

Sekretaris Komisi 2 DPRD Kabupaten Bogor, Lukmanudin Ar Rasyid, yang menangani  urusan pendapatan dan ekonomi termasuk di dalamnya urusan pertanian, mencium aroma tak sedap terkait penjualan pupuk Subsidi yang dijual diatas Harga HET. “Pupuk bersubsidi ini hak para petani jangan dipermainkan, Haram Hukumnya jika dijual diatas HET,” kata Lukman kepada Pakar.


Menurut dia, selama ini penyaluran pupuk subsidi tersebut kurang mendapat sorotan publik sehingga solah olah sesuai dengan HET. Namun lanjut dia setelah pihaknya melakukan investigasi, menemukan penjualan diatas HET. “Ini akan menjadi perhatian Khusus kami, karena setelah kami kelapangan kaget juga ada pedagang yang menjual pupuk Urea subsidi dengan harga diatas HET,” ujarnya.


Lukman menegaskan, penerima pupuk subsidi tersebut sudah ditetapkan melalui Kartu Tani yang dikeluarkan Pemerintah kabupaten Bogor melalui Dinas Pertanian.  Nah, pertanyaan nya, apakah semua petani kabupaten Bogor punya Kartu Tani. Karena tambah dia, banyak petani tidak punya Kartu Tani mereka bisa membeli pupuk subsidi. “Inilah yang akan jadi poko perhatian pengawasan kami, jangan sampai penyalurannya dan penjualan diluar daripada yang sudah ditetapkan pemerintah,” ungkapnya.


Lukman mengaku, diawal tahun pihaknya akan mengusulkan kepada pimpinan komisi 2 untuk melakukan sidak ke distributor dan pedangan. Supaya penyaluran pupuk subsidi sesuai yang diharapkan petani. “Awal tahun kami akan agendakan dengan ketua komisi 2, untuk melalukan sidak ke distributor dan pedagang,” akunya.


Sementara itu, salah seorag pedagang pupuk yang minta namanya tidak disebutkan, mengaku jika dirinya menjual pupuk Urea Rp 3000 per kilogram. “Kalau untuk petani yang punya kartu harganya Rp 3000 per kilogram, semuanya dagang juga sama harganya karena untuk menanggulangi kesusutan dan kantong plastik,” katanya.


Sementara itu Plt Kepala Dinas Pertanian H. Ma’mur saat dikonfrmasi kaget dengan adanya penjualan Pupuk subsidi diatas HET karena akan memberatkan para petani. Bahkan, lanjut dia, pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait temuan tersebut. “Wah Ga boleh itu, jangan sampai dijual diatas HET karena penerima dan harga sudah ditetapkan,” tegasnya.


Mamur mengaku, dirinya menjadi PLT kadis pertanian baru berjalan 4 bulan, sehingga tidak mengetahuai yang terjadi dilapangan . Namun demikian, pihaknya berterimakasih kepada komisi dua sehingga menjadi bahan evaluasi dan pembenahan. “Saya baru jalan 4 bulan ini jadi Plt, makanya saya belum tau semuanya. Tapi kami berterima kasih karena akan jadi bahan evaluasi kami sehingga semua bisa berjalan sesuai aturan dan transparan,” jelasnya. UJG
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.