Pupuk Subsidi di Cianjur Tidak Penuhi Kebutuhan Petani

CIANJUR—Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Kabupaten Cianjur, mencatat kebutuhan pupuk bersubsidi sesuai rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) mencapai, sebanyak 265.440 ton ditambah pupuk organik cair sebanyak 39.040 liter.


Kepala DTPHPKP Kabupaten Cianjur melalui Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan DTPHPKP Kabupaten Cianjur, Dandan Hendayana, mengatakan kebutuhan pupuk subsidi di Kabupaten Cianjur rinciannya terdiri dari urea sebanyak 76.165 ton, SP-36 sebanyak 14.773 ton, ZA sebanyak 29.213 ton, NPK sebanyak 141.277 ton, organik granul sebanyak 4.012 ton, dan organik cair sebanyak 39.040 liter.

Namun, berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 521.34/Kep.844-Rek/2022, untuk pupuk urea alokasinya sebanyak 45.567 ton, SP-36 sebanyak 13.062 ton, ZA sebanyak 19.785 ton, NPK sebanyak 24.014 ton, organik granul sebanyak 3.049 ton, dan organik cair sebanyak 6.618 liter.


“Memang jika melihat dari data, secara umum alokasi pupuk bersubsidi berdasarkan keputusan Gubernur belum sepenuhnya bisa memenuhi kebutuhan,” kata Dandan kepada wartawan Kams (3/3/2022).


Menurutnya, untuk mengatasi kekurangan usulan kebutuhan, lanjut Dandan, biasanya nanti ada skema realokasi antarkabupaten, antarkecamatan, maupun antardesa. Skema lainnya dilakukan dengan anjuran peningkatan penggunaan pupuk organik. “Mencukupi atau tidaknya tergantung waktu, karena disesuaikan dengan siklus,” sebutnya.


Saat ini, ucap Dandan, di Kabupaten Cianjur sudah memasuki musim tanam bersamaan musim hujan 2. Puncak musim tanam di Kabupaten Cianjur, sebut Dandan, akan berlangsung pada periode November 2022-Maret 2023. “Di Kabupaten Cianjur, baru 75% dari sasaran petani yang dapat menjangkau Kartu Tani,” ujarnya.

Tahun ini, pihak Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Cianjur sedang mengadakan program pertanian semiorganik untuk tanaman padi. Upaya itu dilakukan sebagai langkah menyosialisasikan upgrade petani untuk penggunaan pupuk organik.

“Sosialisasi ini karena kita melihat tren ke depan harga pupuk bersubsidi diperkirakan akan naik terus. Secara jangka panjang, kita mesti menyiapkan pemahaman kepada para petani untuk tidak depend terhadap pupuk kimia,” kata Dandan.


Dia mengatakan program pertanian semiorganik di Kabupaten Cianjur rencananya akan diterapkan di lahan seluas 200 hektare. Lokasinya tersebar di 9 kecamatan.”Nanti program pertanian semiorganik ini dilaksanakan di 11 kelompok tani,” pungkasnya= SYA.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.