Pungli Merajalela, Pedagang di Pasar Bogor dan Sekitarnya Menjerit

Inilah kawasan Pasar Bogor yang dikeluhkan oleh pedagang karena banyaknya pungli merajalela. (Ist)

BOGOR – Para pedagang yang berjualan di kawasan Pasar Bogor dan sekitarnya, mengaku terancam dengan maraknya Pungutan Liar (Pungli) yang dilakukan oleh pihak-pihak perseorangan. Usaha berjualan yang dilakukan pedagang pun terganggu dengan maraknya pungli dengan permintaan uang bervariasi. Kabar informasi soal pungli bergentayangan beraksi di kawasan Pasar Bogor dan sekitarnya sudah terjadi sangat lama, tetapi pedagang tidak berani melaporkan kepada pihak berwajib.

Pedagang berinisial RS, mengaku bahwa setiap hari bisa sampai 10 kali ditagih pungutan uang oleh orang-orang yang mengatakan pemilik jalur. Permintaan pungli bervariasi, ada yang minta Rp5 ribu, Rp10 ribu, bahkan Rp20 ribu.

“Kalau dihitung bisa sampai 10 orang yang minta uang, totalnya sampai Rp50 ribu, bahkan bisa lebih dari itu. Permintaan uang itu tidak ada retribusi apapun, katanya untuk uang jalur,” ungkapnya saat ditemui wartawan di kawasan Pasar Bogor, Sabtu (13/2/2021).

Orang-orang yang melakukan pungli beraksi antara pukul 03.00 dini hari hingga pagi pukul 06.00 WIB. Apabila pedagang tidak memberikan, maka diancam tidak boleh berjualan lagi. “Kita diancam kalau tidak memberikan uang,” ujarnya.

Selain RS, pedagang lainnya, UN yang berjualan di lantai dasar Pasar Bogor menuturkan, bahwa aksi pungli sudah berjalan lama dan pedagang semua ketakutan karena peminta pungli selalu membawa senjata tajam (Sajam). Ada sekitar 300 orang pedagang yang selalu dimintai pungutan, ada yang setiap hari rutin, ada yang harus membayar setiap minggu, bahkan ada yang harus bayar satu bulan sekali.

“Kalau setiap hari bisa sampai Rp50 ribu, tapi mereka juga meminta uang mingguan antara Rp200 ribu sampai Rp300 ribu. Ada juga yang diminta uang bulanan Rp1 juta untuk satu tempat berjualan. Pedagang semua sudah menjerit karena kondisi sedang susah, jualan juga sepi, tapi setiap hari marak pungli,” tuturnya.

Bahkan banyak pedagang yang akhirnya gulung tikar karena bangkrut tidak memiliki uang untuk modal berjualan. “Pedagang banyak yang bangkrut karena tidak bisa jualan lagi, akibat maraknya pungli. Pendapatan dari hasil jualan belum jelas, tapi pungli setiap hari terus jalan, gimana mau jualannya,” ujarnya.

Para pedagang berharap pihak kepolisian segera bertindak untuk memberantas pungli yang meresahkan para pedagang. “Kami berharap polisi memberantas pungli dan premanisme di pasar, karena sudah merugikan dan meresahkan pedagang,” harapnya.

Terpisah, Dirut Perumda Pasar Pakuan Jaya, Muzakkir mengaku bahwa pihaknya belum mendapatkan laporan soal pungli di Pasar Bogor. Ia memastikan bahwa pungli yang dikatakan pedagang terjadi diluar Pasar Bogor. Karena banyak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang jualan diluar pasar.

“Kalau pungli terjadi di dalam Pasar Bogor, tentu sudah ditindak tegas oleh petugas Unit Pasar Bogor dilapangan dan ditangkap pelakunya. Jadi saya juga belum mendapatkan laporan soal pungli itu, terjadi di dalam pasar atau diluar pasar,” ucapnya.

Muzakkir juga meminta kepada para pedagang, apabila ada permintaan pungutan dilakukan bukan oleh petugas unit dari PPJ, untuk segera melaporkan ke petugas. “Informasi ini akan ditindaklanjuti oleh tim di lapangan, kami berharap pedagang melaporkan apabila ada pungutan yang tidak resmi. Kalau pungutan itu terjadi ke PKL, bisa melaporkan ke Satpol PP dan pihak kepolisian,” tegasnya. RIF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.