Puncak Macet di Hari Kerja, Pengusaha Hotel Mengaku Tidak Terdampak

Kemacetan di Jalan Raya Puncak pada hari kerja. Yusman | Pakar

MEGAMENDUNG – Kemacetan panjang tiga kilometer nampak terlihat di jalur Puncak di hari pertama kerja setelah libur akhir pekan.

Macet di hari kerja terpantau sejak Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor memberlakukan penerapan Ganjil-genap di Jalan Raya Puncak untuk menekan mobilitas kendaraan ke kawasan Puncak pada libur akhir pekan.

Pantauan Pakaronline di lapangan, kemacetan terjadi ke arah Puncak mulai dari tanjakan Selarong-Cipayung hingga simpang Pusdiklat Reskrim Megamendung, Kecamatan Megamendung.

“Iyah sekarang macet malah terjadi di hari kerja (Senin hingga Rabu),” ujar Tubil tukang parkir di Indomaret Cipayung, Senin (17/10/2021).

Macet terjadi mulai pagi hari sekitar pukul 08.00 Wib. Rata-rata kendaraan di dominasi plat B (Jakarta).

Sementara itu, Manajer Hotel Accram, Djunaedi mengatakan, ramainya kendaraan ke kawasan Puncak pada hari kerja hingga mengakibatkan kemacetan tidak berdampak pada okupansi hotel.

“Mereka pulang pergi, hanya sekedar makan dan nongkrong di Puncak, lalu pulang lagi,” ujar Djunaedi.

Yang diuntungkan dari kemacetan ini, sambung dia, hanya Rumah makan atau restoran dan cafe saja. “Mungkin tempat wisata juga,” ungkapnya.

Kemungkinan, kata dia, kemacetan di hari kerja dikarenakan tidak adanya pemberlakuan Ganjil-genap di jalan raya Puncak.

“Jadi wisatawan lebih bebas masuk Puncak tanpa harus berurusan dengan petugas di simpang Gadog,” tandasnya. =YUS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.