Puluhan Rumah Warga di Desa Mande Kebanjiran, Aktifitas Perusahaan ini Penyebabnya

CIANJUR – Akibat adanya aktivitas penimbunan tanah milik perusahaan ayam pedaging PT QL Trimitra, di Kampung Nambo Rt 05/02 Desa Mande, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, sebanyak 12 rumah milik warga kebanjiran, Rabu (10/3/2021).

Informasi yang berhasil dihimpun pakuanraya.com, dari sejak beraktivitasnya alat berat yang dipergunakan PT QL Trimitra tersebut. Akibatnya, sebanyak 12 rumah milik warga Kampung Nambo, Desa Mande, Kecamatan Mande, kebanjiran air hujan setinggi 1 meter. Diduga tersumbatnya aliran darinase tersebut, sudah 13 kali terjadi kebanjiran.

Aisyah (22) salah seorang korban pemilik rumah yang kebanjiran mengaku akibat adanya aktivitas alat berat dari PT QL Trimitra tersebut, membuat saluran air menyempit dari enam meter menjadi setengah meter. Jika datang hujan deras, maka air meluap dan membanjiri rumah penduduk. Bahkan tiga di antaranya rumah milik Ika Kartika (24), Erna (30), dan H Atin (50).

Seorang warga yang kerabatnya kebanjiran, paling parah banjir terjadi saat air naik melebihi tingginya jendela rumah. “Memang benar, seperti hujan yang terjadi malam tadi meredam sekitar 50 sentimeter. Bahkan, pernah lebih parah tingginya melebihi dari jendela rumah,”kata Aisyah yang diamini tiga orang kerabatnya korban banjir, kepada wartawan Rabu (10/3/2021).

Bahkan, kata Aisyah, rumah mertuanya sudah 13 kali kebanjiran. Memang sebelumnya, sempat ada santunan dari pihak perusahaan. Namun jika terjadi hujan deras , tetap saja banjir kembali terjadi. “Sebenarnya malam tadipun, ada pihak perusahaan yang datang ke sini, tapi hanya untuk mengecek rumah saja,” terangnya.

Hal yang sama diungkapkan Kepala Desa (Kades) Mande, Nanang Suryana. Menurutnya, dari sejak adanya aktivitas alat berat yang dipergunakan PT QL Trimitra tersebut. Belasan rumah Kampung Nambo Rt 05/02 Desa Mande, menjadi langganan banjir.

“Dari sejak terjadinya banjir, saya ingin mencari solusi agar masalah ini cepat selesai. Makanya, semuanya harus duduk bersama untuk memecahkan masalah tersebut. Memang sempat ada pengerukan oleh alat berat, namun banjir lagi karena diatas tanahnya kembali longsor,” pungkasnya. SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.