Puluhan Kades di Cianjur Tersandung Kasus Penyelewengan Dana Ketahanan Pangan

Endan Hamdani Kepala Disnakertrans Kabupaten Cianjur. Endi | Pakar

CIANJUR – Sejumlah Kepala Desa di Kota Santri tersandung Kasus penyelewengan anggaran ketahanan Pangan selama Januari 2024 hingga Mei 2024. Hal tersebut, diungkapkan Inspektorat Daerah (ITDA) Kabupaten Cianjur usai melakukan pemeriksaan Khusus (Riksus).

Inspektur ITDA Cianjur, Endan Hamdani mengatakan, pihaknya mencatat ada 20 Kades yang bermasalah dalam hal pengelolaan dana ketahanan pangan dalam lima bulan terakhir.

“Ada 20 Kades di tahun 2024 yang kami panggil kemudian kita riksus, berdasarkan pengaduan dari masyarakat, aparat kejaksaan maupun kepolisian,” kata Endan.

Endan mengungkapkan, beberapa Kades yang telah di lakukan riksus tersebar di beberapa kecamatan baik di wilayah utara maupun selatan Cianjur. “Ada yang dari Karangtengah, Haurwangi, Ciranjang, Sukaluyu, Sukaresmi, Gekbong dan Kadupandak,” ujarnya.

Mengenai tindaklanjut dana ketahanan pangan yang bermasalah itu, lanjut Endan, ITDA Cianjur merekomendasikan para Kades untuk mengganti dana tersebut. Selain itu, para Kades juga akan diberikan sanksi. “Kita rekomendasikan untuk dikembalikan kembali, diperbaiki. Sedangkan sanksi tertulis saja dari pembina seperti Camat dan DPMD,” pungkasnya. BNM/NDI/SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.