Puluhan Bangunan Liar di Ciawi Kembali Dibongkar

Puluhan petugas gabungan saat melaksanakan penertiban bangunan liar. (Yusman | Pakar)

CIAWI – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Bogor melakukan pembongkaran terhadap 30 bangunan yang berdiri di lahan negara yang masuk pengelolaan PT Jasa Marga tepatnya di Simpang Ciawi, Desa Ciawi, Kecamatan Ciawi, Senin (7/2/2022).

Penertiban ini mengacu pada surat permohonan dari PT Jasa Marga beberapa waktu lalu kepada Pemerintah Kabupaten Bogor.

Plt Kasatpol-PP Kabupaten Bogor, Iman Wahyu Budiana mengatakan, ada sekitar 30 bangunan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berdiri di lahan negara dalam pengelolan Jasa Marga yang saat ini jadi target pembongkaran.

“Kebetulan ini ada permohonan dari Jasa Marga terkait penertiban, karena semakin semaraknya PKL-PKL kemudian tempat-tempat milik jasa marga dipergunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” ujar Iman kepada wartawan, Senin (7/2/2022).

Artinya, kata iman, mereka mendirikan bangunan di atas lahan yang seharusnya tidak boleh berdiri bangunan, karena lahan tersebut masuk lahan milik negara.

“Sehingga kita hari ini bersama-sama dengan jasa marga, kemudian dari pihak kecamatan melakukan penertiban dan pembongkaran bangunan yang tidak sesuai peruntukan,” ucapnya.

Meski demikian, pada saat pelaksanaan pembongkaran masyarakat cukup mengerti dengan ada beberapa pedagang yang sengaja membongkar sendiri.

“Karena sebelumnya kita lakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada PKL dan masyarakat sekitar, jadi tidak ada aksi yang merugikan,” jelasnya.

Setelah pembongkaran, ia menambahkan, akan ada penataan di lokasi bekas PKL-PKL tersebut berdiri oleh PT Jasa Marga seperti menjadikan lahan itu sebagai area hijau.

Lalu, akan kembali dilakukan pemagaran agar tidak ada warga yang menyebrang di jalan tol khususnya anak-anak.

“Kenapa kita lakukan pemagaran kembali ia khawatir ada masyarakat yang nyebrang ke jalan tol,” terangnya.

Ia berharap, dengan adanya pemagaran dari ujung ke ujung membuat masyarakat tidak lagi kembali membangun di area tersebut.

Sementara, Jasa Marga Metropolitan Toal rood regional Division head Raddy Riadi Lukman menjelaskan, bahwa lahan ini milik negara yang pengelolaannya diamanahkan ke PT Jasa Marga oleh Kementerian PUPR.

“Jadi apapun kegiatan di lahan ini, jasa marga bertanggung jawab,” ujar Raddy kepada wartawan.

Dalam waktu dekat, lokasi ini akan dijadikan area hijau sebagu bentuk PT Jasa Marga peduli lingkungan sesuai program Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Jadi ini bentuk konsen jasa marga terhadap lingkungan,” tegasnya.

Selain itu, penertiban ini juga sebagai upaya menjalankan standar pelayanan, dimana tugas PT Jasa Marga menjamin kelancaran kendaraan di jalan tol.

“Jadi apapun bentuk yang menimbulkan bahaya atau menghambat pelayanan akan kita tertibkan,” terangnya.

Hal itu tertuang dalam undang-undang jalan nomor 38 tahun 2004 juga diamanahkan dimana pelanggar itu ada sanksinya.

Tidak hanya itu, ini juga berkaitan dengan situasi Covid-19 yang meningkat, dimana lapak-lapak itu berpotensi mengundang kerumunan. =YUS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.