Proyek Siluman Marak di Cianjur, FP2JK Minta Pemkab Lakukan Hal ini

CIANJUR—Banyak proyek siluman datang ke Kabupaten Cianjur, diantaranya proyek peningkatan jaringan irigasi disepanjang jalan Perintis Kemerdekaan alias jalan Jebrod. Diduga proyek siluman tersebut, dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KPUPR –RI). Bahkan sebelumnya, dana yang bersumber dari APBN ini, tiba-tiba viral di media sosial (Medsoso) karena telah membongkar sekolah SDN Leles, Desa Pusakasari Kecamatan Leles, tanpa memasang papan nama proyek.

Informasi yang berhasil dihimpun pakuanraya.com, ironisnya proyek siluman yang bersumber dari APBN atau Kementrian PUPR ini, dari mulai pembangunan sekolah SDN Leles Cianjur selatan hingga dan poryek peningkatan jaringan irigasi yang ada disepanjang jalan Perintis Kemerdekaan alias jalan Jebrod Kelurahan Sayang dan Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur ini, tidak terdapat ada papan nama proyek.

“Seharusnya mau anggaran datangnya dari Kementrian, Provinsi maupun Kabupaten yang pasti, harus memasang papan nama proyek, BPJS Ketenaga Kerjaan, K3 dan Keselamatan Kerja. Jika semua itu tidak ada, itulah bukti lemahnya dari sisi pengawasan. Bagaimana tidak disebut proyek siluman, memang tanpa ada basa-basi terlebih dahulu tiba-tiba sepadan jalan disepanjang jalan Perintis Kemerdekaan (Jebrod – Red) dibongkar oleh alat berat. Apalagi seperti di Cianjur selatan tiba-tiba viral dimedia sosial (Medses) SDN Leles dibongkar tanpa ada kordinasi terhadap aparat setempat,” tegas ketua Forum Penyelamat Pembangunan dan Jasa Kontruksi (FP2JK) Kabupaten Cianjur, Saepul Nazar, Selasa (20/4/2021).

Berdasarkan informasinya, semua proyek siluman ini bersumber dari dana APBN, Kementrian PUPR Pusat. Memang pelaksana proyek seringkali tanpa memasang papan nama proyek di lokasi kegiatan ketika tengah berlangsung. Padahal papan nama merupakan suatu bentuk informasi agar mudah diakses. Sebagai sarana informasi berdasarkan asas keterbukaan dan transparansi. Tanpa ada yang harus di rahasiakan, namun semua itu ternyata hanyalah sebuah wacana saja.

“Proyek-proyek bangunan tanpa papan nama lazim disebut proyek siluman dan bukanlah merupakan suatu pemandangan yang baru. Bahkan kerap mewarnai wilayah kabupaten Cianjur terutama diwilayah Cianjur selatan. Namun saangat disayangkan, justru hal ini sudah menjadi bentuk kebiasaan pihak ketiga yang tidak bertangungjawab,” pungkasnya. SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.