Proyek Rest Area Puncak Molor, Komisi 3 Murka

CISARUA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor geram pembelanjaan kontruksi sarana prasarana kawasan rest area Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor hingga saat masih molor.

Pembanguan yang dikerjakan pada pertengahan tahun 2022 oleh PT Monang Tunggal Mandiri dengan nilai kontrak Rp. 7,4 milyar hingga saat ini masih dikerjakan, padahal kontrak kerja sudah selesai.

Wakil ketua komisi III, Aan Triana Al Muharom mengatakan, yang pastinya sangat disayangkan dari sekian proyek banyak yang lewat tahun yang pengerjaanya masih mengkrak, mangkanya komisi III akan melakukan penijawan kelapangan untuk mempertanyakan permasalah dilapangan.

“Saya rasa kalau faktor cuasa itu alasan klasik atau keuangan perusahaan yang kurang memadai sehingga menghambat pekerjaan, kalau kita sih tidak mau menerima alasan klasik seperti itu ya, seharusnya profesional saja,” ungkap Aan sapa akrabnya.

Anggota parta beringin menyangkan banyaknya proyek pemerintah daerah yang sampai saat ini masih molor yang mana proyek tersebut seharusnya sudah bisa dinikmati oleh para pedagang di kawasan Puncak.

“Kita kan tidak mau pengerjaan dikatakan molor bahkan sampai tidak selesai, pengerjaan juga kan harus sesuai dengan kontrak, ini kan sudah masuk pelanggaran yang harus diberikan tindakan tegas baik oleh auditor serta unsur lain,” tuturnya.

Ia juga mengatakan, pihaknya serta jajaran komisi III akan mendorong dinas-dinas terkait agar memberlakukan sistem blacklist terhadap perusahaan nakal.

“Kita meminta dinas terkait agar melakukan tindakan blacklist kepada perusahaan yang bandel dalam pengerjaan serta pekerjaan yang mangkrak, agar tidak diberikan pekerjaan kembali,” katanya. FIR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.