Program Save Cikaniki Bikin Kagum dan Jadi Daya Tarik Nasional

Para wartawan media nasional menyambangi Pt. Antam (Tbk) UBPE PONGKOR untuk melihat dari dekat hasil program konservasi yang dilakukan local Heroes di hulu sungai Ciguha, Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung. JEF

NANGGUNG – Komitmen pada dukungan Program konservasi alam, PT. Antam (Tbk) UBPE Pongkor terus meningkatkan kualitas air Sungai Cikaniki secara berkelanjutan. Hal hasil, kini aliran Sungai Cikaniki mulai dari Hulu Ciguha hingga mengalir melewati kawasan pemukiman penduduk di kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, sudah bersih dan jernih.

Keberhasilan Program Save Cikaniki dari cemaran zat berbahaya mercury dan sianida akibat ulah para Penambang Emas Tanpa Izin (PETI), akhirnya menuai keinginan 12 Awak media dari 10 media Nasional Jakarta, Rabu (15/12/2021) kemarin untuk menyambangi dan melihat dari dekat keberhasilan tersebut.

Muhidin, ST. General Manager PT. Antam (Tbk) UBP Emas Pingkor mengatakan, Antam mulai melakukan operasi pertambangannya di Pongkor, desa Bantar Karet Nanggung sejak tahun 1994 dan di tahun 2017 menjadi satu-satunya perusahaan tambang sektor mineral yang dapat penghargaan PROPER EMAS dari Kementerian Lingkungkan Hidup dan Kehutanan.

“Kami PT. Antam (Tbk) UBPE Pongkor terus berkomitmen melakukan pengurangan dampak kegiatan pertambangan melalui program Eco Inovasi berupa
Rancang Bangun Panel Listrik yakni kegiatan mengubah panel listrik konvensional-manual dengan panel listrik sistem kerja otomatis menggunakan PLC dan sensor infrared yang bertujuan menurunkan jam jalan peralatan sehingga terdapat penghematan konsumsi energi dan pengurangan emisi yang dihasilkan,” kata Muhidin, ST. General Manager PT. Antam Pongkor, kepada Pakar Online.

Selain itu, lanjutnya, upaya Recycle Tailing yaitu pemanfaatan limbah tailing menjadi produk GFA yang ramah lingkungan juga telah berhasil memilki sertifikasi SNI berikut upaya Restorasi Lahan dari land use change seluas 590 Ha dengan 245.300 pohon. Hal ini berdampak pada peningkatan tutupan lahan. Program ini telah menghasilkan serapan karbon 5352 tCO2 eq pertahunnya.

“Komitmen lainnya, Antam Pongkor juga melakukan program inovasi sosial untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasi pertambangan. Dimana Salah satu program yang kami lakukan sejak tahun 2015 adalah upaya peningkatan kualitas sungai cikaniki yang tercemar limbah zat berbahaya”,terangnya.

Agar diketahui kata Muhidin, Kondisi air sungai cikaniki sebelumya sangat mengkhawatirkan, sehingga sungai Cikaniki banyak menimbulkan masalah terutama masalah pencemaran aliran air sungai yang menyebabkan kerusakan lingkungan.

“Sekarang sudah teratasi. Dan sejak saat itu ANTAM bersama local heroes dan stakeholder terus bersinergi untuk melakukan penyelamatan lingkungan terutama di sekitar kawasan sungai Cikaniki”,bebernya.

Masih kata Muhidin, ST. Antam Pongkor juga melakukan berapa program inovasi sosial diantaranya Save Cikaniki tahun 2016 dengan penanaman 6.100 pohon, kemudian pembangunan Puskesmas Pembantu (PUSTU) di tahun 2017, program Sarana Air Bersih (SAB) di tahun 2018 yang hingga saat ini telah dirasakan manfaatnya oleh 643 penerima manfaat.

“Terutama SAB Ciguha, kini dikelola oleh Badan Pengelola Sarana Air Bersih Ciguha dengan Pengembangan budi daya peternakan di tahun 2019, baik budidaya peternakan ayam, budidaya kambing etawa, budi daya tanaman hias. Kemudian di tahun 2020, UBP Emas melakukan inisiasi Ekoriparian Ciguha, seperti pelaksanaan program pertanian terintegrasi yang diikuti oleh warga Kampung Ciguha, ditambah pendampingan pada usaha sablon di 2021 ini.”katanya.

Hingga sekarang tambahnya, UBP Emas meneruskan pengembangan Ekoriparian Ciguhanya bersama local heroes.

“Pengembangan Ekoriparian Ciguha ini diharapkan dapat menyelesaikan segala permasalahan-permasalahan lingkungan. Dan kini seluruh program keberlanjutan Perusahaan dilakukan dengan melibatkan partisipasi masyarakat atau local heroes warga Kampung Ciguha”, tukasnya.

Willy Suhendi yang dikenal akrab Bang Willy tokoh penggagas Konservasi kawasan hulu sungai Ciguha peroleh 5 piagam penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Piagam ISDA menambahkan, program Ekoriparian yang sudah di wujudkan bersama seluruh warga Kampung tersebut, merupakan bentuk tanggung jawab dan kesadaran terhadap pentingnya kelestarian alam agar terhindar dari kerusakan.

“Langkah kami mewujudkan Hulu Sungai Ciguha agar kembali jernih dan bersih dari cemaran Zat limbah berbahaya, didasari rasa tanggung jawab kemanusiaan. Terlebih untuk menyelamatkan lingkungan tempat tinggal Kami dari kerusakan yang nantinya dapat merugikan anak dan cucu dimasa depan,” pungkasnya. JEF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.