Produk Oncom Hideung Jadi Olahan Unggulan Desa Cimanggu II

CIBUNGBULANG – Produk khas Sunda oncom hideung menjadi salah satu olahan kegemaran masyarakat Sunda, bahkan olahan tersebut menjadi icon Desa Cimanggu II, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Oncom Hideung merupakan makanan hasil fermentasi seperti halnya tempe maupun varian oncom lainnya yaitu Oncom Beureum (oncom merah).

Oncom Hideung dapat dibuat aneka makanan seperti kerecek oncom, nasi tutug oncom, oncom goreng tepung alias oncom kemul, kripik oncom, dan sambal oncom. Oncom Hideung ternyata menjadi ikon Desa Cimanggu Dua bahkan terdapat puluhan warga yang berprofesi sebagai pembuat Oncom Hideung dan membuat Oncom Hideung dari generasi ke generasi sebagai warisan dari nenek moyangnya.

Kepala Desa Cimanggu Dua, Edi Sukarya, mengaku produksi Oncom Hideung di desanya sudah ada sejak sebelum dirinya lahir, bahkan sudah membudayakan di desa nya tersebut.n“Bahkan di desa saya usaha UMKM berbahan dasar Oncom Hideung ini sudah dikembangkan dan sudah menghasilkan nugget berbahan dasar Oncom Hideung, nama produknya Nucida, singkatan dari Nugget Cimanggu Dua. Oncom Hideung ini sebagai ikon UMKM Desa Cimanggu Dua,” paparnya.

Saat ini produk oncom hideung masih tetap eksis dan telah mampu memasok kebutuhan pasar di Jabodetabek. Bahkan olahan tersebut sudah menjadi icon produk UMKM di desa Cimanggu II.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kampung Cisaeur, Ayub, Oncom Hideung yang juga produksi oncom hideung, selain dijual secara keliling ke kampung-kampung juga dijual ke Pasar Leuwiliang, Pasar Ciampea, dan Pasar Induk Kemang. Bahkan sejumlah pengrajin telah mampu memasok ke luar Bogor seperti Jakarta, Depok, dan Tangerang.

“Jadi produksi Oncom Hideung ini sudah berjalan selama puluhan tahun dan turun temurun. Bahkan dijadikan sebagi warisan dari para pendahulu. Sekarang yang masih memproduksi ada sekitar 10 orang,” ungkapnya.

Odih, warga Kampung Cisaeur pelaku UMKM Oncom Hideung, mengatakan, proses pembuatan Oncom Hideung relatif mudah dan singkat. Dirinya hanya butuh waktu satu malam dan keesokan harinya sudah bisa menjualnya.

“Proses pembuatannya, pertama si kacang kedelai direndam air hangat kemudian dikukus satu malam. Besoknya sudah jadi. Satu kali pembuatan paling banyak itu sekitar 2-3 kilogram kacang kedelai atau gegempa, itu bisa menghasilkan 50 bungkus per hari. Harga per bungkus biasanya dijual Rp5 ribu,” kata Odih.

Pria yang sudah dikaruniai dua anak laki-laki ini mengaku, hasil dari penjualan Oncom Hideung mampu mencukupi biaya kebutuhan keluarga dan sekolah anak-anaknya. “Sehari paling banyak saya bawa dua keranjang, isinya 50 bungkus. Alhamdulillah kadang habis kadang nggak. Hasilnya buat kebutuhan keluarga dan biaya anak-anak sekolah,” ucapnya. FIR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.