Pro Kontra Rencana Pembangunan TPST Zonasi di Rumpin, Sigit Tri Pamungkas Beberkan Alasan Dukungan

Salah satu Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST). IST

RUMPIN – Rencana Pemkab Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor untuk membangun Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Zonasi di Desa Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin, telah menuai pro kontra dari masyarakat.

Setelah DLH melakukan sosialisasi di Kantor Desa Kampung Sawah terkait rencana pembangunan TPST tersebut, sejumlah reaksi mulai muncul dari masyarakat Rumpin, baik yang menolak maupun mendukung rencana itu.

Beberapa pihak telah menyampaikan penolakan dengan beragam argumentasi dan analisa atas rencana pembangunan TPST tersebut diantaranya disuarakan oleh Ketua HMR Ibnu Sakti Mubarok, Ridwan Darmawan praktisi hukum dan Junaedi Adi Putra Ketua AGJT serta beberapa pihak lainnya.

Terpisah, dukungan terhadap rencana pembangunan TPST disuarakan oleh Sigit Tri Pamungkas, Ketua Aliansi Save Rumpin yang merupakan satu wadah perkumpulan dari aktivis OKP, LSM dan Ormas.

Sigit sapaan akrabnya mengatakan, dukungan itu diberikan dirinya mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2013. Terkait Persyaratan TPST diantaranya luas TPST lebih besar dari 2 hektare, penempatan lokasi TPST, jarak TPST ke pemukiman terdekat paling sedikit 500 meter, pengelolahan sampah mengunakan teknologi, fasilitas TPST di lengkapi dengan ruang pemilah, intalasi pengelolaan sampah, pengendalian pencemaran lingkungan, penanganan residu,dan fasilitas penunjang serta zona penyangga.

“Dari hal – hal itulah maka saya sangat mendukung rencana pembangunan dari TPST di Rumpin. Dimana hal tersebut juga menjadi program Panca Karsa di Kabupaten Bogor,” ungkap Sigit Tri Pamungkas, Sabtu (11/12/2021).

Sigit menegaskan, dirinya juga akan menolak rencana jika TPST yang dibuat seperti di TPA Galuga atau TPA Bantar Gebang. Ia mengklaim telah menanyakan dari sumber dinas terkait perencanaan TPST Zonasi baik secara perencanaan, konsep proyeksi dan alur pengelolaan sampah serta konsep bangunan dan fasilitas terprogram secara sistematis dan modern.

“Sehingga nanti akan sangat bermanfaat bagi lingkungan dan akan ada nilai – nilai ekonomi ketika sampah bisa di daur ulang secara modern. Misalnya bisa dapat digunakan sebagai dasar bahan untuk pembuatan castin dan komblok,” kata Sigit Tri Pamungkas.

Ia membeberlan, di zaman globalisasi ini masyarakat harus dapat berpikir secara ilmiah dan memiliki kajian disiplin ilmu. Harus memiliki cara pandang objektif secara lokal, regional dan nasional untuk kepentingan di masa yang akan datang pungkasnya.

“Bagaimana kita akan dapat menata lingkungan kalo wadahnya tidak ada. Sampah memang masalah yang sangat umum tapi jika ada fasilitas TPST Zonasi berbasis modern dan ramah lingkungan serta akan menjadi salah satu bagian solusi untuk lingkungan dan masyarakat,” pungkasnya. =FRI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.