Politisi PKS Achmad Ruyat Kecam Aksi Pelecehan Seksual di Klapanunggal

Wakil ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Achmad Ruyat saat berada di Babakan Madang. IST

BABAKAN MADANG – Soal kasus rudapaksa yang dilakukan oknum guru ternya mendapat perhatian anggota legislatif Provinsi Jawa barat dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Achmad Ruyat.

Politisi PKS saat berada di Hotel Bigland Sentul, Babakan Madang ini secara tegas meminta Pemkab Bogor dan instansi terkait, segera melakukan tindakan terkait aksi dugaan rudapaksa yang dilakukan oknum guru SD di wilayah Klapanunggal.

“Tentu fenomena ini tidak hanya terjadi di Klapanunggal, dan ini harus kita cermati, khawatir patologi sosial ini kelainan,” ujar Achmad Ruhiyat ketika menghadiri kegiatan bersama perwakilan Disbudpar Provinsi Jabar, Kamis (1/2/2024).

Pelecehan seksual kerap terjadi dihampir semua wilayah termasuk Kabupaten Bogor. Sehingga semua pihak harus bersama-sama peduli dan ikut mengingatkan terkait perilakunya menyimpang ini, dan perlu diselesaikan secepatnya.

“Pemerintah juga harus bertanggungjawab, karena hadirnya pemerintah itu untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga,” ucapnya

Selain itu warga melalui institusi rumah tangga, harus diperkuat pengawasan dirumah dan bekerjasama dengan lingkungan sekitar.

Karena secara hukum tentu harus diberlakukan, apalagi ini seorang tadi yang dikatakan (guru) itu harus didalami betul.

“Perlunya penegakan hukum cepat agar menimbulkan efek jera,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Ruyat juga sempat menyosialisasikan peraturan daerah, nomor 3 tahun 2021 tentang perlindungan anak, bahwa anak harus dilindungi, yang merupakan aset negara.

Anak harus dijaga dari sifat bully, kekerasan fisik dan kekerasan psikis, apalagi kekerasan seksual. Karena ini dampaknya sangat luar biasa, dia akan memutus harapan ke depan.

“Kejadian ini merupakan tindakan kekerasan seksual, maka tentu secara otomatis tanpa ada pengaduan juga kepolisian harus bergerak cepat, apalagi yang melakukannya harus bisa menjadi contoh,” ungkapnya.

Ketika ditanyai pemberian sanksi berupa pemecatan, dia menuturkan lebih dari itu karena aksinya berdampak ke masa depan anak.

“Bisa lebih dari itu, jadi karena dampaknya multidimensi, apalagi dia yang seharusnya bisa memberikan contoh positif tapi malah negatif,” tandasnya. =YUS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.