Polisi Selidiki Pungli di Kantong Parkir Tambang yang Seret Oknum Petugas Dishub

Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro (Dok.Pakar)

CIBINONG – Polisi bakal melakukan penyelidikan aksi pungutan liar (pungli) di kantong parkir truk pengangkut tambang di wilayah Desa Gorowong, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor.

“Ya kita akan melakukan penyelidikan,” tegas Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro kepada wartawan, Selasa (4/6/2024).

Dia memastikan akan menindak orang-orang yang terlibat dalam aksi pungli tersebut. “Bila terbukti akan kita tindak,” jelasnya.

Sementara, Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin mengaku tidak akan mentolerir tindakan tersebut. Apalagi, hal itu diduga menyeret oknum petugas Dinas Perhubungan (Dishub) di Jawa Barat.

“Yang namanya pungli dimana pun kaki tidak mentolerir, mau di Parungpanjang, mau di Bandung, mau dimana pun kami tidak mentolerir,” tegas Bey.

Bey pun mengaku segera melakukan pengecekan untuk memastikan kabar dugaan keterlibatan oknum anggota Dishub di Jawa Barat pada aksi pungli tersebut.

Jika benar itu dilakukan petugas Dishub, maka Bey akan mengambil tindakan tegas hingga pemecatan.

“Kita cek dulu, siapapun tidak boleh melakukan pungli. (jika benar petugas Dishub) ya sesuai aturan, bisa sampai pemecatan,” jelas Bey.

Sebelumnya, aksi pungutan liar (pungli) di kantong parkir khusus truk pengangkut material tambang di Desa Gorowong, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor viral di media sosial.

Dalam video yang beredar Kamis 30 Mei 2024, nampak seorang sopir truk engkel hendak melintasi kawasan kantong parkir di Kecamatan Parungpanjang.

Namun, kemudian seorang pria berbaju petugas Dinas Perhubungan (Dishub) mengarahkan sang sopir untuk memasuki kawasan tersebut.

“Kita disuruh masuk terus disuruh keluar lagi. Kita lihat saja ya, bagaimana prosesnya,” ujar perekam video.

Setelah diminta masuk oleh pria berseragam Dishub, sopir tersebut memutari posko yang ada dan kemudian dihentikan oleh seorang warga.

“Saya tidak bayar, menurut informasi dari Bogor, tidak ada pembayaran,” kata sopir kepada warga tersebut.

Namun, warga tetap meminta uang retribusi sebesar Rp10 ribu. “Bener ini bayar? Berapa duit? 10 ribu? Karcisnya tidak ada?” tanya sopir. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.