Polisi Dalami Kebocoran Pipa Gas Pabrik Es Batu Kristal

0
272

BOGOR – Kepolisian Resor Bogor mendalami kebocoran pipa gas mengandung zat limbah cair mengandung NH3 (Amonia) dari CV. Indo Bogor, perusahaan es batu kristal di Kampung Poncol RT 01/01 Desa Curug, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor.

Kabag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita Lena mengatakan, saluran pipa gas mengandung zat kimia jenis Ammonia milik CV. Indo Bogor yang memproduksi es batu kristal mengalami kebocoran pada Sabtu (19/1/2019) sekitar pukul 16.30 WIB.

“Dampak kebocoran pipa gas tersebut, warga sekitar pabrik dalam radius satu kilometer, mengalami mual karena bau menyengat dan mata terasa pedih,” jelas dia melalui keterangan pers.

Berdasarkan keterangan dua saksi yakni Edi dan Topan yang merupakan operator di perusahaan tersebut, CV. Indo Bogor, belum lama beroperasi.

“Baru tiga hari, terhitung mulai 16 Januari 2019,” ucapnya.

Sementara menurut saksi lainnya, Charles, teknisi CV. Indo Bogor, kebocoran pipa gas tidak menimbulkan ledakan. Namun, memberikan dampak kepada masyarakat sekitar pabrik. Sebab baunya sangat menyengat, sehingga membuat mual, sesak nafas dan mengganggu alat pandang.

Ita Puspita Lena melanjutkan, saat ini warga yang terdampak kebocoran gas CV. Indo Bogor sedang didata. Upaya penanganan sementara, disarankan agar warga mengenakan masker dan mencari tempat aman.

“Kami juga telah mengerahkan pemadam kebakaran dan berkoordinasi dengan teknisi di perusahaan tersebut untuk mengatasi kebocoran gas mengandung zat kimia beracun ini,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, pipa gas CV. Indo Bogor, (bukan PT IK, red) di Kampung Poncol RT 01/01 Desa Curug, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor, Sabtu (19/12019) sore, mengalami bocor.

Situasi tersebut sempat membuat warga setempat panik, apalagi bocornya gas tersebut memunculkan bau menyengat dan mengganggu pernafasan.

“Saat kejadian warga melaporkan bocornya saluran pipa gas perusahaan es kristal membuat mata pedih dan sulit bernafas,” ungkap Kepala Desa Curug, Edi Mulyadi, Minggu (20/1/2019).

Saat mendapat itu, Edi Mulyadi mengaku langsung berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk penanganan.

Dampak kebocoran pipa gas juga dirasakan warga Kampung Tulang Kuning, Desa Waru, Kecamatan Parung.

Warga Kampung Tulang Kuning, Niman menuturkan, bau gas bocor begitu menyengat hidung, karena lokasi pabrik memang berada di perbatasan antara Kecamatan Parung dan Kecamatan Gunungsindur.

“Baunya sangat menyengat hidung dan membuat perih mata, semoga dapat segera diatasi agar tidak membahayakan,” harapnya.

MJ. FAHRI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.