Plt Kadis PUPR Cianjur Murka, Ini Penyebabnya

0
Inilah kondisi terkini pembangunan gedung Setda Cianjur. Esya | Pakar

CIANJUR – Sejumlah pekarja bangunan di Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Cianjur, mengabaikan keselamatan kerja. 
Padahal sudah jelas hal tersebut telah diatur Undang-Undang Nomor 1/1970 tentang keselamatan dan kesehatan kerja (KKK). 

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Cianjur, Eri Rihandiar, mengaku sudah menegur pihak rekanan agar para pekerja yang sedang membangun kontruksi gedung Setda Kabupaten Cianjur, agar memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja. 

Namun sambung Eri, teguran tersebut, tetap tidak diindahkan. “Kami sudah berulangkali menegur pihak kontraktor, namun tetap tidak diindahkan. Nanti kita tegur lagi,” kata Eri.

Dirinya juga mengaku sudah kesal dengan ulah para pekerja pada perusahaan rekanan yang terkesan cuek mematuhi aturan keselamatan kerja. 

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan nanti bakal ada bentuk sanksi karena abai terhadap  keselamatan kerja. “Sanksi tersebut akan diberikan kepada pihak rekanan,” tegas Eri.

Pembangunan gedung Setda Kabupaten Cianjur, tambah Eri, telah menelan biaya sekitar Rp13,7 miliar. Hingga saat ini progres pembangunannya sudah mencapai sekitar 80%. “Namun, karena ada perubahan desain dan addendum, targetnya harus selesai pada 22 Januari 2021,” paparnya.

Namun hasil estimasi, terang Eri, kemungkinan besar pembangunannya tidak akan selesai 100 persen pada 22 Januari 2021. Diperkirakan progres pekerjaannya paling mencapai sekitar 90 persen.

“Memang untuk menyelesaikan sisa pekerjaan yang 10 persen lagi akan diberikan tenggang waktu selama 50 hari kerja dengan denda. Jenis sanksi denda tersebut, per seribu/hari kerja. Nilai dendanya bisa dari sisa kontrak yang belum diselesaikan atau dari nilai kontrak,” pungkasnya. =SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.