Plt Bupati Minta Dinas Terkait Cari Akar Masalah Terjadinya Bencana

Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan. IST

CIBINONG – Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan meminta dinas terkait untuk mencari penyebab utama terjadinya bencana, menyusul banyaknya kerusakan infrastruktur yang terjadi.

Menurutnya, kejadian bencana yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur seharusnya ditindaklanjuti dengan mencari tahu akar masalahnya.

“Bukan setiap kerusakan bencana langsung diperbaiki saja, tapi harus dicari tahu juga penyebabnya,” ujar Plt Iwan Setiawan, Rabu (12/10/2022).

Ia mencontohkan, kejadian bencana banjir di Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua yang menyebabkan kerusakan jalan. “Itu pernah terjadi di awal tahun, Pemda memperbaiki dengan anggaran tidak sedikit, sekarang terjadi lagi, artinya sumber bencananya juga harus didiagnosa agar tidak terulang lagi,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengomentari banyaknya bangunan yang berdiri di area tebingan.

“Awalnya satu bangunan, selanjutnya bertambah dua hingga jadi pemukiman, kalau terlalu banyak bangunan tentu bebannya akan semakin berat, makanya ketika diguyur hujan terus menerus terjadilah longsor,” bebernya.

Untuk itu, dinas teknis yang mempunyai perwakilan di wilayah agar bisa mendeteksi setiap kegiatan pembangunan yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan.

Tidak hanya itu, Iwan Setiawan juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada, menggingat saat ini wilayah Kabupaten Bogor sedang dilanda hujan dengan intensitas tinggi.

Sebelumnya, dilansir dari berita Antara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memiliki frekuensi bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, cuaca ekstrem dan tanah longsor tertinggi di Indonesia. BNPB mencatat pada 2021, bencana hidrometeorologi memang mendominasi kawasan Jabodetabek.

“Kabupaten Bogor ini adalah dengan frekuensi kejadian bencana hidrometeorologi paling tinggi di Indonesia, tidak hanya di Jabodetabek,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari seperti dilansir dari Antara, Selasa (11/10/2022).

Sementara itu, secara historis banjir Jabodetabek per kabupaten/kota dalam kurun waktu 2021-2022, Kabupaten Bogor tercatat sebanyak 181 kejadian, dibandingkan Jakarta Timur sebanyak 75 kejadian, dan Jakarta Selatan 57 kejadian.

Abdul mengatakan frekuensi kejadian banjir di Kabupaten Bogor dikatakan luar biasa, lebih dari dua kali lipat dari kabupaten/kota lainnya. =YUS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.