Pihak Ketiga Ngaku Rugi Pendapatan Parkir di Pasar Cipanas

CIANJUR – UPTD Pasar Cipanas, Kabupaten Cianjur, ditargetkan sebesar Rp 1 miliar dari pendapatan daerah dari sektor parkir. Namun selama ini, nilai target tersebut tidak bisa terpenuhi oleh pihak pengelola meskipun sudah dikerjasamakan dengan pihak ketiga.

Area Bussiness Manager PT Dinamika Reksa Estetika (Neo Parking), Revco Ryo Sitepu, mengaku jika selama ini secara rinci target pendapatan retribusi parkir yang ditetapkan di Pasar Cipanas sebesar Rp1.011.000.000. Pasalnya pada awal tahun, target tersebut sudah dipenuhi karena sistemnya dibayar di muka. “Namun dari sejak, bulan satu (Januari) 2024 tahun ini, kita sudah membayar PAD sebesar Rp1.011.000.000,” kata Ryo, kepada awak media, Selasa (11/6/2024).

Menurutnya, secara hitung-hitungan bisnis sebetulnya pihak perusahaan terbilang merugi. Jumlah kerugian tersebut, berkaitan dengan titik lahan parkir yang dikelola pihaknya. Pasalnya, perjanjian kontrak yang dikerjasamakan, mestinya pihak perusahaan mengelola semua lahan parkir.

“Namun ada empat titik yang masih dikelola pihak lain. Secara hitungan, nilai pendapatan dari empat titik itu potensinya mencapai Rp20 juta-Rp30 juta per bulan. Sudah kami koordinasikan juga dengan pihak dinas maupun UPTD Pasar Cipanas. Mudah-mudahan ini ada solusinya,” terangnya.

Saat ini, kata Ryo dirinya ingin mengklarifikasi berkaitan isu yang beredar adanya setoran dari pihak perusahaan kepada Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Perindustrian (Diskuperdagin). Karena, isu tersebut tidak benar karena selama ini secara hitungan bisnis malahan pihak perusahan merugi.

“Kami sangat menyayangkan atas isu tersebut. Kalaupun kami bertemu dengan UPTD Pasar Cipanas hanya sekadar ngopi bareng, kita kan mitra. Harus saling sinergis dan berkesinambungan. Tidak ada itu yang namanya ‘biaya koordinasi’ apapun baik ke Diskoperdagin maupun ke UPTD,” tegasnya.

Selama ini, lanjut Ryo, sinergitas yang sudah terbangun dengan UPTD Pasar Cipanas diasumsikan lain. Karena itu dia meminta pihak-pihak yang memandang sinergitas itu sebagai bagian dari ‘kongkalikong’ agar mengklarifikasi terlebih dulu kebenarannya.

“Sekali lagi, secara hitungan bisnis kami rugi. Keuntungan kami hanya aset. Makanya akan kami perjuangankan agar lahan yang ada bisa kami kelola. Kami datang ke Cianjur ini untuk ikut berkontribusi membantu pendapatan asli daerah,” pungkasnya. BNM/NDI/SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.