PHRI Kabupaten Bogor Angkat Isu Kemacetan dan Persoalan Jalur Alternatif Dalam Rakerda Tingkat Provinsi di Pangandaran

BPC-PHRI Kabupaten Bogor saat mengikuti Rakerda BPD-PHRI Jawa Barat di Kabupaten Pangandaran. IST

PANGANDARAN – Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) selesai dilaksanakan di Hotel Pantai Indah Resort di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, 18-20 Januari 2023.

Dalam rapat kerja itu Gubernur Jawa barat Ridwan Kamil hadir secara virtual menyampaikan sejumlah pesan.

Kang Emil sapaan akrab Ridwan Kamil menyapaikan jika pariwisata di Jawa Barat harus menjadi andalan setelah dihantam Pandemi Covid-19 selama hampir dua tahun.

Saat ini, kata Kang Emil, sudah waktunya pariwisata di Indonesia umumya dan khususnya Jawa barat kembali bangkit dari keterpurukan

“Alhamdulillah Pandemi Covid-19 telah berlalu, untuk itu saya harap sektor pariwisata yang merupakan salah satu andalan utama di Jabar, bisa bangkit kembali,” ujar Emil dalam sambutannya.

Emil juga mengimbau kepada para anggota PHRI, agar tetap menjaga kebersihan di area objek wisata, demi kenyamanan para wisatawan.

“Dengan kembalinya sektor pariwisata, tentunya akan menambah pendapatan asli daerah,” katanya.

Mantan Wali Kota Bandung ini juga menyebut banyak potensi wisata di setiap kabupaten/kota yang tentunya berbeda secara keunggulannya.

Untuk itu, setiap daerah mesti memaksimalkan potensi dan bisa beradaptasi serta berinovasi mengembangkan potensi tersebut.

“Karena cara orang berwisata saat ini sangat berbeda. Sekarang trending wisata outdoor tourism activity dan cafe serta restoran perlu berbenah diri,” pungkas Emil.

Sementara itu, BPC-PHRI Kabupaten Bogor dalam Rakerda itu mengusulkan beberapa pokok pikiran yang bersumber dari persoalan-persoalan yang muncul, baik persoalan lama yang belum terselesaikan maupun persoalan yang baru muncul selama setahun ke belakang.

Ketua BPC-PHRI Kabupaten Bogor, Djuju Djunaedi mengatakan, ada sejumlah persolan yang sengaja dilaporkan dalam Rakerda di Pangandaran ini.

Di antaranya, persoalan Genset yang leading sektornya Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat serta isu sweeping dan hukum dengan kepolisian.

Lalu, Air bawah tanah (ESDM) dan juga LMKM serta tenaga kerja perhotelan.

Selain itu, BPC-PHRI Kabupaten Bogor juga meminta adanya solusi terkait persoalan akses jalan alternatif menuju hotel dan vila yang kondisi saat ini sempit.

“Belum lagi persoalan macet di Jalur Puncak yang hingga saat ini belum terselesaikan,” ujar Djuju Djunaedi kepada wartawan.

Tidak hanya itu, BPC PHRI Kabupaten Bogor juga mengaku siap menjadi tuan rumah setiap event yang akan dilaksanakan BPD PHRI Jawa Barat.

Terakhir, BPC-PHRI Kabupaten Bogor dengan jumlah anggota kedua terbanyak di Jawa Barat setelah Kota Bandung ini juga mengusulkan agar kembali dibukanya kawasan Puncak sebagai destinasi wisata nasional yang dulu sempat masuk list salah satu tujuan wisata nasional.

Sementara, dalam Rakerda di Pangandaran kemarin, Kabupaten Bogor Garut terpilih menjadi tuan rumah Rakerda tahun 2024 mendatang setelah hampir 13 BPC-PHRI Kabupaten/Kota memilih Garut menjadi pelaksanaan Rakerda berikutnya. =YUS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.