PGRI Kabupaten Bogor Tolak Makan Gratis Pakai Dana Bos

Ketua Plt PGRI Kabupaten Bogor, Barkeh. Age | Pakar

CIBINONG – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bogor mengaku menolak dan keberatan adanya isu mengenai makan siang gratis dengan menggunakan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Hal itu disampaikan oleh Ketua Plt PGRI Kabupaten Bogor, Barkeh bahwa secara resmi memang PGRI belum menyatakan menolak soal makan siang gratis menggunakan dana Bos tersebut.

Tetapi dirinya secara pribadi menyatakan tidak setuju apabila penggunaan dana bos tersebut diaplikasi untuk makan siang yang sudah dicanangkan dalam program pasangan calon Presiden nomor urut 2, Prabowo-Gibran.

“Kalau secara resmi PGRI belum mengeluarkan pernyataan tetapi secara pribadi kita rata-rata kurang setuju dengan makan siang gratis menggunakan dana bos,” katanya kepada PAKAR, pada Selasa 12 Maret 2024.

Ia menjelaskan bahwa jika dana bos digunakan untuk makan siang gratis akan merubah alokasi yang sudah ada sesuai aturan berlaku.

“Kalau dana bos dipakai dalam program makan siang gratis sepertinya akan mengalihkan alokasi anggaran tersebut yang sudah terencana, salah satunya untuk pembayaran honor guru dan operasional lainnya. Karena penggunaan dana Bos saja masih banyak yang belum terserap secara maksimal disatuan pendidikan,” jelasnya.

Meskipun begitu dirinya berencana akan membahas hal ini dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, sebab Disdik juga terlibat dalam kewenangan penggunaan anggaran dana BOS (bantuan operasional sekolah).

“Saya ingin segera ada pembahasan dengan disdik karena program kewenangan itu ada di daerah dan dana Bos juga berada dalam kewenangan Disdik. Yah semoga dalam waktu dekat kita segera membahas ini jangan sampai alokasi dana Bos untuk makan siang gratis ini malah merubah segalanya yang sudah berjalan,” ungkapnya.

Barkeh berharap Pemerintah Pusat dapat mempertimbangkan program makan siang dengan menggunakan dana BOS (bantuan operasional sekolah).

“Saya harap ada kaji ulang dan saya harap Pemerintah yang memiliki kewenangan mempertimbangkan, khawatir peruntukan dana bos seperti gaji guru sudah berjalan malah kurang maksimal dengan penggunaan dana bos untuk program makan siang gratis ini,” tukasnya.

Pemberitaan sebelumnya Pemerintah dikabarkan akan menggunakan dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk makan siang gratis peserta didik yang dicanangkan melalui program pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartati bahwa dirinya mengusulkan makan siang gratis akan menggunakan dana BOS (bantuan operasional sekolah).

“Jadi kami mengusulkan pola pendanaannya melalui Bantuan Operasional Sekolah spesifik atau BOS Spesifik atau BOS Afirmasi khusus menyediakan makan siang untuk peserta didik,” pungkasnya. AGE

Padahal dana BOS tersebut merupakan bantuan keuangan dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang bertujuan mendukung pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di tingkat sekolah dasar dan menengah.

Dana BOS terdiri dari tiga jenis, yaitu Dana BOS reguler, afirmasi, dan kinerja. Dana BOS Reguler dialokasikan untuk membantu kebutuhan belanja operasional sekolah, termasukpembelian alat multimedia pembelajaran, pemeliharaan dan perawatan sarana sekolah, serta penerimaan peserta didik baru.

Dana BOS Afirmasi untuk mendukung operasional rutin bagi satuan pendidikan dasar dan menengah, misalnya yang berada di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan. Dana Bos Afirmasi 2024/2025 akan difokuskan untuk sekolah penggerak.

Sementara itu Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Bidang Perekonomian, Dida Gardera mengatakan program makan siang gratis memakai dana BOS hanya bagian dari opsi usulan. Dari pihak pemerintah mengaku belum membahasnya secara dalam.

“Belum, dari sisi pemerintah belum. Itu kan baru wacana-wacana yang memungkinkan anggarannya dari situ, tapi belum kita kaji, kita kan masih menunggu. Kita secara pemerintah belum terlalu dalam, kan kita masih menunggu formalnya segala macam, kita hormati,” ucapnya.

Menurutnya pemerintah juga sedang melihat beragam opsi yang memungkinkan untuk program makan siang gratis ini. Termasuk hitung-hitungan alokasi anggaran Rp 15.000/anak yang kemungkinan masih bisa berubah.

“Masih mungkin (berubah). Itu kan kebetulan di sana (Tangerang) Rp 15 ribu segala macam, ternyata make sense. Tapi Rp 15 ribu Jakarta sama Rp 15 ribu di IKN saja kan pasti beda,” ungkapnya.

Meskipun begitu dirinya mengaku belum mengkaji secara mendalam terkait program makan siang gratis yang diusung Prabowo. Hanya mempertimbangkan seluruh aspek yang mungkin diterapkan untuk masuk dalam rencana fiskal.

“Kita masih istilahnya mengantisipasi. Sama seperti vaksin waktu COVID, semua belajar makhluk apa sih ini, semua staff K/L belajar. Ini juga sama, ada faktor-faktor yang perlu kita pelajari, kita pelajari sesuai yang memungkinkan. Itu kan satu di antara sekian dari yang perlu kita pertimbangkan,” tukasnya. AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.