Perkuat Pengawasan, Pemkab Cianjur Segera Tertibkan Penjualan Hewan Kurban

Cecep S Alamsyah, Sekda Kabupaten Cianjur. Esya | Pakar

CIANJUR—Menghadapi Hari Raya Idul Adha, penjualan hewan ternak di wilayah Kabupaten Ciianjur,bakal dilakukan pendataan. Sebagai upaya untuk meminimalkan maraknya penjualan hewan kurban di pinggir-pinggir jalan. Pasalnya, dikhawatirkan akan memicu meluasnya penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).


Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur, Cecep S Alamsyah, menjelaskan di tengah masih merebaknya PMK, perlu ada upaya tegas dari pemerintah agar penyebarannya bisa dicegah sejak dini. Satu di antaranya imbauan kepada pedagang hewan ternak musiman agar tak berjualan di bahu-bahu jalan atau trotoar.
“Memang nanti kami, akan menertibkan sehingga tidak ada yang berjualan hewan ternak musiman di pinggir-pinggir jalan. Hal ini, dilakukan sebagai upaya agar lebih tertib lagi dan mencegah penyebaran PMK,” tegas Cecep, kepada wartawan, Senin (13/6/2022).


Pasalnya, lanjut Cecep, pihak Pemkab Cianjur akan mencari solusi tempat berjualan hewan ternak yang tersentralisasi. Upaya itu juga untuk memudahkan masyarakat mencari hewan ternak yang akan dibelinya untuk keperluan kurban. “Masyarakat yang membutuhkan hewan ternak jadi jelas, di mana mencarinya. Jadi nanti akan terpusat dan ada jaminan hewan ternak yang beredar sehat serta layak dikonsumsi,” terangnya.


Menurutnya, agar sentralisasi penjualan hewan ternak masih dalam tahap pengkajian. Kemungkinan sentralisasinya tidak hanya di satu tempat. “Yang pasti harus strategis dan memadai tempatnya. Bisa satu tempat atau beberapa tempat. Keinginan kami tempatnya bisa menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Tidak terlalu jauh serta memudahkan penjual dan pembeli,” katanya.


Diapun tidak memungkiri, jika penyebaran PMK ini, menjadi salah satu fokus pengawasan yang dilakukan Pemkab Cianjur. Meskipun sejauh ini PMK dikategorikan tak menular kepada manusia (zoonis), tetapi akan berdampak secara ekonomi, apalagi menghadapi Idul adha.


“Makanya, setiap hewan ternak, terutama yang masuk ke Cianjur dari luar daerah, harus selalu menyertakan SKKH (surat keterangan kesehatan hewan). Ini sebagai jaminan hewan ternak yang dijual ke masyarakat kondisinya sehat,” ujarnya.


Hal yang sama diungkapkan Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur, Hendri Prasetyadhi. Menurutnya, ini sebagai upaya pencegahan penyebaran PMK dilakukan dengan mengintensifkan pengawasan ke sentra-sentra hewan ternak. Di antaranya ke kandang, peternakan, termasuk rumah potong hewan. “Memang jika ada yang terindikasi terjangkit PMK, maka segera ditangani dan harus melakukan karantina,” pungkasnya= SYA.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.