Peringatan Dini BPBD Terjadi, Sembilan RW di Bojong Kulur Terdampak Banjir

Kondisi Bojong Kulur usai diterjang banjir. (Dok.BPBD)

CIBINONG – Peringatan dini yang diberikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor akan potensi banjir di wilayah Bojong Kulur, Kecamatan Gunungputri, terjadi.

Pada Minggu (24/3/2024) sekitar pukul 03.00 WIB, kawasan tersebut terdampak banjir usai hujan deras berkepanjangan mengguyur wilayah tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Muhamad Adam Hamdani mengungkap, banjir tersebut merendam rumah-rumah warga yang ada di sembilan RW di kawasan Bojong Kulur tersebut.

“Curah hujan yang tinggi di wilayah aliran Sungai Cileungsi menyebabkan kenaikan debit air yang berujung pada genangan di pemukiman warga di Bojong Kulur. Ada 9 RW yang terdampak meliputi RW 13, RW 14, RW 15, RW 17, RW 18, RW 21, RW 22, RW 23, dan RW 28,” ungkap Adam di Cibinong.

Lebih lanjut Adam menjelaskan, hujan deras tersebut mengakibatkan ketinggian air mencapai 15 centimeter hingga merendam rumah-rumah warga.

“Kenaikan debit air menyebabkan genangan air dengan ketinggian antara 15 cm hingga 50 cm di beberapa kawasan pemukiman,” jelasnya.

Adam menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Saat ini, tinggi air di jalan-jalan tersebut pun sudah mulai surut, memungkinkan kendaraan roda 4 maupun roda 2 untuk melintas.

“Genangan air sudah mulai surut dan kendaraan roda 4 dapat kembali melintasi jalan-jalan yang sebelumnya tergenang,” tandasnya.

Sebelumnya, sekitar satu bulan lalu, BPBD Kabupaten Bogor, memberikan peringatan dini ancaman banjir kepada masyarakat. Salah satunya di wilayah Perumahan Villa Nusa Indah, Desa Bojong Kulur, Gunungputri.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor M Adam Hamdani menjelaskan, potensi banjir sangat mungkin terjadi mengingat hujan turun cukup intensif.

Dengan kondisi begitu, kata dia, Tinggi Muka Air (TMA) di Sungai Cileungsi berpotensi naik ke permukaan.

“Jika terjadi kenaikan TMA Sungai Cileungsi, perumahan Villa Nusa Indah 2 terancam banjir dan bisa meluas ke Villa Nusa Indah 1,” ungkap Adam kepada wartawan.

Selain karena hujan, lanjut dia, potensi ancaman banjir di wilayah tersebut juga karena dipicu peristiwa longsor pada bantaran Sungai Cileungsi yang terjadi pada Minggu pagi hingga malam kemarin.

Adam menyebut, peristiwa longsor yang terjadi di dekat pangkalan taksi di Perumahan Villa Nusa Indah 2 itu berlangsung sejak pukul 07.00 WIB berangsur hingga pukul 22.00 WIB, dipicu meluapnya aliran Sungai Cileungsi hingga TMA 160 cm.

“Tanah amblas sepanjang 30 meter dan patahnya tanggul sungai yang semakin lama lebar retakannya makin membesar. Dari awalnya 7 cm, sekarang amblas total lebih dari 100 cm,” bebernya. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.