Pergi Gunakan Visa Ziarah, PMI Asal Cianjur Meninggal di Arab Saudi

CIANJUR – Lilis Komariah (45), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cianjur meninggal dunia di Rumah Sakit Sumaesy Arab Saudi. Lilis diketahui baru bekerja 10 hari di majikannya dan mengalami sakit. Kemudian ia ditelantarkan dihalaman KBRI. KBRI langsung membawanya ke Rumah Sakit hingga ia meninggal dunia.

Kabid Perluasan dan Penempatan Tenaga Kerja Kabupaten Cianjur, Yani Yuliawati mengatakan, pihaknya sudah mendatangi Pemerintah Desa dan keluarganya yang berada di Kampung Lio, Desa Ciherang, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur. “Saat ini kami masih menunggu keputusan dari pihak keluarga, apakah akan dipulangkan atau dimakamkan di sana, mengingat juga proses pemulangan yang mungkin memakan biaya, namun kami tetap akan melakukan pengawasan,” ujar Yani.

Yani mengungkapkan, PMI diberangkatkan Non-Prosedural dan membuat paspor di Tasikmalaya. Selain itu, Data yang diterima oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Cianjur, yang bersangkutan masuk ke Arab Saudi pada 14 Februari 2022 dengan Visa Ziarah.

PMI diterlantarkan di halaman KBRI di Riyadh pada 27 Maret 2022. Saat ditemukan pihak KBRI langsung membawanya ke rumah sakit. “PMI tersebut meninggal dunia pada 1 April 2022 di Rumah Sakit Sumaesy,” katanya.

Sementara itu, Ketua Astakira Pembaharuan Cianjur, Ali Hildan, menyoroti masih banyaknya warga Cianjur yang terkena bujuk rayu dengan visa ziarah pergi menjadi pekerja ke Timur Tengah. “Kalau visa ziarah itu pemerintah akan sulit untuk melakukan hal apapun jika terjadi masalah, pasalnya mereka pada kenyataannya bekerja bukan ziarah,” katanya.

Hal ini, lanjut Ali, harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah untuk lebih meminimalisir keberangkatan secara non prosedur. “Pelaku calo pemberangkatan juga harus diberi efek jera agar tak mengulangi lagi, karena kalau menggunakan visa ziarah sudah jelas banyak pelanggaran pidananya,” katanya.

Ali menuturkan, terkait kematian Lilis pihaknya sudah datang ke keluarga almarhumah dan keluarga terlihat masih syok. “Kami selaku pegiat akan terus ikut mengawasi,” pungkasnya. NDI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.