Pergeseran Tanah di Desa Karihkil Ciseeng, 1O Rumah Rawan Longsor

Kondisi pergeseran tanah di Desa Karihkil, Kecamatan Ciseeng. Fahri | Pakar

CISEENG – Sedikitnya sepuluh unit rumah milik warga di RT 01 RW 03 Desa Karihkil Kecamatan Ciseeng terancam longsor akibat adanya pergeseran tanah berupa tebing yang terjadi di lokasi tersebut pada hari Senin (13/3/2023).

Demikian diungkapkan Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor Mochamad Adam Hamdani, saat dikonfirmasi redaksi media ini. Adam sapaan akrabnya menjelaskan, saat ini sudah ada 19 jiwa yang mengungsi dari 5 Kepala Keluarga (KK).

“Rumah yang terancam longsor ada 10 unit, sedang dilakukan mitigasinya. Ada 19 jiwa dari 5 KK yang saat ini sudah mengungsi. BPBD beserta Dinsos serta Pemcam dan pihak – pihak terkait sudah memberikan bantuan,” ungkap M. Adam Hamdani, Selasa (14/4/2023).

Dikonfirmasi adanya musibah bencana pergeseran tanah di Desa Karihkil ini, Sekretaris Camat (Sekcam) Ciseeng Agus Sopian menjelaskan bahwa tanah yang bergeser tersebut merupakan tebingan curam yang dibawahnya ada aliran Sungai Cisadane. Pergeseran tanah ini sudah terjadi sejak tahun 2000.

“Saat kejadian longsor lalu, jalan utama sempat terputus dan saat itu langsung dilakukan relokasi jalan. Jadi jalan itu tidak dipakai lagi. Beberapa unit rumah warga yang rawan longsor juga sedang dilakukan upaya relokasi,” ujarnya.

Sekcam Ciseeng menambahkan, untuk sementara ini, beberapa warga yang terdampak pergeseran tanah ini sudah mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Pemcam Ciseeng juga terus melakukan koordinasi dengan semua pihak untuk penanganan musibah tersebut.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Saat ini lokasi sudah diberi garis tanda bahaya dan dilakukan penutupan jalan yang memang sudah buntu dan tidak terpakai tersebut,” pungkasnya. FRI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.