Percepatan Vaksinasi, Puskesmas Sukaluyu Temui Warga Kerumahnya

CIANJUR – Puskesmas Sukaluyu menggelar Vaksinasi Door To Door kerumah warga di Desa Mekarjaya Kecamatan Sukaluyu, Selasa (21/12/2021). Hal itu, dilakukan untuk mengejar target vaksinasi 70 persen.

Kegiatan Door To Door tersebut digelar Puskesmas Sukaluyu didampingi Kapolsek Sukaluyu bersama Bhabinkabtimas Desa dan Pemerintah Desa Mekarjaya.

Kepala Puskesmas Sukaluyu, dr Nurul Hadie mengatakan, kegiatan Door To Door ke rumah warga untuk mengejar target capaian 70 persen.

“Seharusnya capaian target vaksinasi di Kecamatan Sukaluyu 65 persen. Namun, data yang diberikan KPCPEN hanya 57 persen, sehingga kami gelar Door To Door untuk mengejar target 70 persen.

Nurul menjelaskan, data 65 persen itu hasil dari pendataan para RT setiap Desa yang ada di Kecamatan Sukaluyu. Dengan berbedanya data menjadikan Puskesmas Sukaluyu harus mendata kembali ditiap RT yang ada di Desa.

“Data capaian berbeda. Tapi kami targetkan Sukaluyu di Akhir Desember mencapai 70 persen. Selain itu, kami juga akan mengsingkronkan data dengan data di Pemkab Cianjur, supaya tidak terjadi kesalahan data,” ujarnya.

Door to Door ini, lanjut Nurul, menyasar warga yang belum menjalani vaksinasi. Sehingga melibatkan Bhabinkabtimas Desa, Pemdes dan para RT.

“Kami libatkan kerena memiliki data warga dan tahu mana saja warga yang telah menerima vaksin atau belumnya,”kata dia.

Selain menggelar vaksinasi Door To Door, Kapolsek Sukaluyu juga gelar operasi yustisi dengan menyisir warga yang belum vaksin di Jalan Desa Mekarjaya.

Kapolsek Sukaluyu, AKP Yayan Suharyana menuturkan, operasi yustisi vaksin dilakukan agar warga yang belum menerima vaksin bisa mengikuti vaksinasi ditempat.

“Selain mengawal pelaksanaan Vaksinasi Door to door kami juga menjemput warga yang tidak terjangkau dengan mobil jadi menggunakan motor. Operasi yustisi juga dilakukan agar ketahuan warga yang melintas sudah vaksinasi apa belum,” tuturnya.

Menurutnya, Kegiatan operasi kartu vaksin itu akan digelar rutin disetiap jalan Desa dan mengintruksikan Bhabinkabtimas Desa agar mendata warga yang belum melaksanakan Vaksin.

“Bhabinkabtimas Desa sudah diarahkan untuk mendata warga yang belum di vaksin. Jadi nanti kami bersama Puskesmas mendatangi warga tersebut,” katanya.

Sebelumnya, Tren capaian harian vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menurun padahal stok vaksin melimpah. Hal itu sebabkan kondisi geografis dan banyaknya masyarakat yang enggan divaksin.

Pemkab pun akan melakukan vaksinasi door to door untuk mengejar capaian 70 persen dari target vaksinasi daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur Irvan Nur Fauzy, mengatakan saat ini capaian vaksinasi Cianjur sudah mencapai 65 persen dari target 1,9 juta orang.

Namun Irvan mengaku sulit untuk mencapai target 70 persen. Pasalnya capaian harian mengalami penurunan, dari yang semula 0,5 persen per hari kini hanya 0,3 persen per hari.

“Ada penurunan capaian vaksinasi harian, terutama untuk dosis pertama, kalau dosis kedua masih normal. Sebelumnya kita sehari bisa 8.000 hingga 10.000 sasaran per hari. Tapi sejak sebulan terakhir capaian harian paling banyak hanya 6.000 orang per hari,” ucap dia.

Menurutnya saat ini para petugas vaksinasi dihadapkan dengan berbagai kendala mulai dari geografis, topografi, hingga masyarakat yang belum mau divaksi lantaran minimnya informasi yang sampai.

“Semakin tinggi capaian vaksin, semakin dihadapkan pada kendala besar. Karena sisa sasaran ialah masyarakat yang terkendala jarak hingga yang enggan atau belum mau divaksin. Ini juga faktor minimnya informasi dan banyaknya hoax belakangan ini,” kata dia.

Irvan mengatakan Pemkab bersama unsur Forkopinda akan melakukan berbagai upaya untuk menjangkau masyarakat dalam kategori tersebut.

Diantaranya dengan melakukan vaksinasi secara door to door hingga menggelar vaksinasi di pusat keramaian.

“Petugas di tingkat kecamatan dan desa kita arahkan untuk mendatangi rumah warga untuk vaksinasi bagi mereka yang terkendala jarak. Selain itu di mall juga kita gelar vaksinasi, karena diberlakukan aturan yang masuk mall wajib vaksin, mau tidak mau yang belum akan mengikuti vaksin,” tuturnya.

“Dengan begitu diharapkan target 70 persen vaksinasi bisa tercapai, bahkan keinginan kita lebih dari itu. Semakin banyak yang divaksin, herd immunity bisa terbentuk secepatnya, sehingga pandemi ini segera selesai,” pungkasnya. NDI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.