Perayaan Ulang Tahun Wali Kota Bekasi di Cisarua, Ade Yasin Bilang Begini

Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Ade Yasin. Prayoga | Pakar

CIBINONG – Perayaan ulang tahun Walikota Bekasi, Rahmat Effendi, di vila pribadi miliknya di kawasan Cisarua, Puncak, Kabupaten Bogor, awal Februari lalu, ditanggapi Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Ade Yasin.

Perayaan yang digelar ketika masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro di Kabupaten Bogor itu, ramai setelah menjadi viral di media sosial karena di anggap menimbulkan kerumunan.

Ade Yasin tidak membantah adanya keramaian saat acara ulang tahun tersebut. Hanya saja, dia memastikan jika kapasitas vila dengan jumlah undangan yang ada tidak melanggar aturan protokol kesehatan.

“Kalau dilihat dari luas vilanya, itu sudah sesuai protokol kesehatan, karena kurang dari 50 persen. Hanya saja bentuk kegiatan silaturahmi lalu kumpul-kumpul membuat kerumunan. Sehingga acara tersebut dibubarkan petugas,” kata Ade Yasin, Selasa (16/2/2021).

Dari informasi yang didapat, perayaan ulang tahun Walikota Bekasi, Rahmat Effendi tersebut dihadiri para pejabat. Dimana laporan itu diterima Satgas Penanganan Covid-19 dari warga setelah melihat banyaknya kendaraan yang terparkir di vila.

“Tidak ada sanksi ya. Hanya kami bubarkan saja. Karena sifatnya berkumpul, kalau jumlah peserta undangan itu kurang dari 50 persen dari kapasitas vila,” ungkap Ade Yasin.

Sebelumnya diberitakan, perayaan ulang tahun Walikota Bekasi, Rahmat Effendi di
vila miliknya, di RT 03 RW 06 Desa Cibeurem, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, menjadi sorotan karena digelar pada saat penerapan PPKM berbasis mikro.

Bahkan, di media sosial, saat dilakukan pembubaran acara oleh Satgas Covid-19, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi sempat marah atau adu mulut. Padahal faktanya tidak seperti itu.

Hal ini seperti dikatakan Camat Cisarua, Deni Humaedi. Menurutnya, kejadian itu sudah lama, dan lokasi yang digunakan vila pribadi. Namun karena terlihat ada keramaian, pihaknya memang menerima laporan.

“Dan saat itu juga Satgas Covid-19 kecamatan mendatangi lokasi dan membubarkan, tidak ada adu mulut apalagi sampai ribut, kami bicara baik-baik dengan Pa walkot, dia juga faham dan akhirnya bubar,” ujar Deni Humaedi kepada wartawan, Senin (15/2/2021).

Sebetulnya, kata Deni, kalau soal menempati vila tidak melanggar aturan, karena vila-vila di kawasan Puncak bisa dihuni asalkan hanya pemiliknya. Namun, karena ada kegiatan, itu yang menjadi pelanggaran.

“Kalau vila diisi tidak apa-apa, karena itu vila milik Walkot Bekasi, tapi adanya keramaian yang menjadi persoalan, katanya sih ulang tahun,” ucapnya.

Deni malah menuduh, jika persoalan yang sudah lama ini menjadi isu politik di Bekasi yang sengaja dihembuskan lawan politik Walkot Rahmat Effendi. Sehingga, perayaan ulang tahun Wali Kota ini sengaja diramaikan kembali. “Kan sudah lama, hari itu kalau ga salah hari kerja, Rabu tanggal 3 Februari 2021,” tandasnya. =MAM/YUS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.