Penyalahgunaan Solar Subsidi Libatkan ‘Orang Dalam’, Pelaku Pakai Aplikasi MyPertamina

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Polisi Bismo Teguh Prakoso saat memperlihatkan salah satu barang bukti di kasus penyalahgunaan Bio Solar bersubsidi, Selasa (23/1/2024). IST

BOGOR – Satreskrim Polresta Bogor Kota mengungkap jaringan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi bio solar di wilayah Kota Bogor. 

Hal itu diungkapkan oleh Kapolresta Bogor Kota Kombes Polisi Bismo Teguh Prakoso kepada wartawan di Mako Polresta Bogor Kota Jalan Kapten Muslihat, Kecamatan Bogor Tengah, Selasa (23/1/2024).

“Ya, jadi hari ini kami didampingi pihak pertamina, akan menjelaskan pengungkapan penyalahgunaan bahan bakar subsidi bio solar. Yang seharusnya subsidi ini dinikmati masyarakat sesuai peruntukannya, dalam hal ini ekonomi menengah ke bawah. Namun dalam kasus ini disalahgunakan ditampung dan dijual harga solar industri di Pulo Gadung. Pelaku yang berhasil diamankan tiga orang,” ungkap Bismo didampingi Kasatreskrim Polresta Bogor Kota Kompol Luthfi Olot Gigantara.

Bismo memaparkan, modusnya satu pengemudi truk box mencari SPBU yang diarahkan oleh pihak Pulo Gadung, ternyata di Kota Bogor ada empat SPBU di Pomad, Warung Jambu, KS Tubun dan Cibuluh.

“Modus operandi yang dilakukan pelaku sudah mempersiapkan semua peralatannya dengan menyamarkan atau menutupi. Diantaranya ada tiga toren, satu toren berkapasitas 1.000 liter. Kemudian ada mesin pompa di dalam box mobil truk,” paparnya.

Bismo membeberkan, sebelum mengisi bio solar pelaku LL (50) menghubungi operator SPBU yang diantaranya NA (26) dan FA (27) tahun. Pengisian menggunakan aplikasi MyPertamina, barcode discan kemudian diisi menggunakan biosolar. Saklar untuk memompa tangki dipindahkan ke toren.

“Nah, patut diketahui petugas operator mengetahui karena suara mesin kencang. Dalam satu kali mengisi operator diberikan Rp30 ribu hingga Rp50 ribu. Dalam satu kali mengisi, bisa menghasilkan Rp600 ribu,” bebernya.

Bismo juga menerangkan, akibat penyalahgunaan ini, menjadi berkurang distribusi ke masyarakat sesuai levelnya. Ini bagian Komitmen Polisi menindak dari tindak pindana yang terjadi. Barang bukti yang diamankan, yaitu kendaraan roda Model Light Truck Merek ISUZU berwarna Putih dengan Nopol B- 9544 UDG yang berisikan 3 toren berwarna putih yang berisi Bio Kemudian 21 screenshot barcode MyPertamina.

“Pelaku dikenakan pasal 55 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 22 tahun 2001 Jo Pasal 40 Angka 9 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 6 tahun 2023 Pengganti Undang-Undang nomor 2 tahun 2022. Setiap orang yang menyalahgunakan Pengangkutan dan/atau Niaga Bahan Bakar Minyak, bahan bakar gas, dan/atau liquefied petroleum gas yang disubsidi dan/atau penyediaan dan pendistribusiannya diberikan penugasan Pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan pidana denda paling banyak Rp60 miliar,” pungkasnya.

Semenetara itu, perwakilan Pertamina, Raden Tri Wahyu memaparkan, pertama-tama pihaknya apresiasi setinggi-tingginya kepada Polresta Bogor Kota. Pada prinsipnya Pertamina dan Polresta Bogor Kota memiliki tujuan sama, yaitu memerangi penyelewengan BBM bersubsidi. 

“Terkait kasus ini, kami berkoordinasi intens dengan Polresta ditemukan kasus serupa kami siap support. Kami memonitor dan mengawasi juga membina penyalur kami di Kota Bogor. Apabila ditemukan tidak sesuai kami siap menindak penyaluran,” terangnya..

“Sanksinya mulai dari peringatan, penghentian sementara penyaluran BBM subsidi dan stop total penyaluran BBM subsidi. Paling buruk melakukan pemutusan hubungan usaha dengan penyalur tersebut,” pungkas Tri Wahyu.

Pihak Pertamina menyerahkan piagam penghargaan kepada Kapolresta Bogor Kota Kombes Polisi Bismo Teguh Prakoso atas langkah yang dilakukan pihaknya memerangi penyelewengan BBM subsidi.=ROY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.