Penjaja Wortel di Simpang Safari Alami Kenaikan Pendapatan Sejak Tiga Hari Ini

Penjaja Wortel di simpang Taman Safari, Kecamatan Cisarua. Yusman | Pakar

CISARUA – Para penjaja wortel di simpang Taman Safari Indonesia (TSI) mengalami kenaikan omzet sejak tiga hari kebelakang setelah sebelumnya menurun drastis karena pandemi Covid-19.

Ma Itoh salah satu penjual wortel mengakui jika penjualan wortel sangat sepi sejak pandemi Covid-19 melanda negeri ini.

“Penjualan wortel kan gimana kunjungan ke TSI, kalau wisatawan banyak ke TSI pedagang wortel pasti banyak pembeli,” ujar Itoh warga Lemah Duhur Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua kepada wartawan, Rabu (3/3/2021).

Sebelum pandemi, penjualan wortel untuk makanan binatang ini bisa mencapai 500 hingga 600 ribu perhari di libur akhir pekan.

“Semenjak pandemi ingin dapat uang seratus ribu saja susah, paling dapat 40 ribu perhari, kalau hari libur 50 sampai 100 ribu,” ucapnya.

Namun begitu, sejak tiga hari ini kunjungan wisatawan ke TSI mulai banyak, hal ini terlihat dari banyaknya pengunjung membeli wortel disini.

“Ya sudah tiga hari ini lumayan, bisa dapat uang 150 hingga 200 ribu,” ungkapnya.

Itoh menambahkan, satu ikat berisi 5 wortel ia jual dengan harga 20 ribu. “Kalau beli dua sepuluh ribu, kalau beli lima, dua puluh ribu,” terangnya.

Nenek berusia 60 tahun ini berharap, kunjungan wisatawan ke kawasan Puncak khususnya ke Taman Safari Indonesia kembali meningkat.

Dengan begitu, para penjaja wortel di sini kebanjiran rejeki. “Alhamdulilah saya bisa sekolahin anak bangun rumah dari hasil jual wortel ini,” tandasnya. =YUS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.