Penjaga Villa di Pacet Cianjur Diduga Sodomi Anak dibawah Umur

CIANJUR – AY (50) seorang penjaga Villa di Kecamatan Pacet, Cianjur diduga tega melakukan sodomi kepada AR (13) anak dibawah umur. Diduga aksi sodomi tersebut dilakukan pelaku lebih dari satu kali.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku dan korban tinggal disatu kampung yang sama di Desa Sirnagalih, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. Aksi pelaku menyodomi korban dilakukan dirumahnya dan di sebuah villa yang sepi.

Kasus tersebut terungkap setelah ibu korban menanyakan adanya tanda merah dileher korban yang merupakan anak pertamanya, pada Sabtu (25/11/2023).

“Anak saya baru ngomong setelah saya tanya. Katanya sama pelaku AY dicium, dan pas pertama dia disuruh buka celana sambil menonton video porno, lalu pelaku menggesekan alat vitalnya ke anak saya,” Kata F (33) ibu korban.

Ibu korban menjelaskan, setelah melakukan aksinya, pelaku memberikan uang kepada korban dan mengancam agar tidak memberitahukan perbuatannya kepada orang lain termasuk orang tuanya.

“Kejadian itu terjadi sejak tahun 2021 pada saat korban masih sekolah di SD dan sekarang korban sudah SMP. Diduga pastinya kejadian itu sudah sering dilakukan pelaku dan terungkap setelah kemarin setelah ada tanda merah di lehernya,”ujarnya.

Menurut Ibu kandungnya, kondisi anaknya saat ini murung jarang berbaur dengan teman-temannya. “Saat ini anak saya ketemu sama perempuan juga takut. Karena saya masukan ke Pesantren, jadi kalau dia pulang suka lari karena ketemu temen-temennya, jadi tertutup,”katanya.

Sementara itu, Kuasa hukum keluarga korban Topan Nugraha mengungkapkan, pihaknya sudah melaporkan perbuatan pelaku kepada pihak kepolisian pada senin (4/12/2023).

“Saya berharap pelaku segera diamankan pihak kepolisian karena khawatir pelaku segera melarikan diri dan menghilangkan barang bukti,” tuturnya.

Terpisah, satreskrim Polres Cianjur tengah mendalami kasus sodomi atau pencabulan oleh penjaga vila AY (50) kepada AR (13).

Perbuatan bejat yang dilakukan pelaku terhadap korban sendiri diduga sudah berkali-kali sejak tahun 2021 pada saat korban tengah duduk di Sekolah Dasar (SD).

Kasat Reskrim Polres Cianjur Iptu Tono Listianto mengatakan, pihaknya sudah memanggil dan memeriksa para saksi-saksi.

“Pelaku belum kita amankan, kita baru periksa saksi-saksi kemudian kita tunggu hasil visum dari Rumah Sakit dan kita akan periksa satu sampai dua saksi lagi, nah baru kita panggil terlapor,”kata dia, Rabu (20/12/2023). NDI/SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.