Penikahan Anak Dibawah Umur Meningkat Dua Kali Lipat di Kabupaten Bogor, Ini Sebabnya

Ilustrasi Buku Nikah. (Ist)

CIBINONG – Pengadilan Agama Cibinong Kelas 1A mencatat permohonan dispensasi pernikahan anak dibawah umur di Kabupaten Bogor melonjak tinggi bahkan kasusnya mencapai dua kali lipat sejak tahun 2019.

Panitera Pengadilan Agama Cibinong Kelas 1A, Pariyanto menyampaikan kasus permohonan Dispensasi pernikahan tersebut rata-rata anak wanita yang berusia dibawah umur 19 tahun.

“Permohonan nikah anak dibawah umur ini rata-rata dibawah 19 tahun dan untuk kasusnya di tahun 2019 cukup rendah tetapi saat masuk ke tahun 2020, kasusnya itu di Kabupaten Bogor mengalami kenaikan hingga dua kali lipat dari tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Ia menyebut untuk tahun 2019 yang meminta permohonan dispensasi nikah di Kabupaten Bogor ada sekitar 136 kasus, sedangkan ditahun 2020 naik dua kali lipat menjadi 387 kasus.

“Tahun 2019 ada 136 anak yang meminta dispensasi nikah, sedangkan ditahun 2020 naik menjadi 387 kasus, ditahun 2021 ada 362 kasus, dan ditahun 2022 itu ada 295 kasus di Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Sementara itu Pengadilan Agama Cibinong Kelas 1A mengklaim ratusan anak meminta dispensasi nikah tersebut dikarenakan banyak beberapa faktor antara lain, hamil diluar nikah, ekonomi, faktor agama, dorongan dari orang tua dan kebanyakan anak tersebut masih duduk dibangku sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.