Pengamat Ekonomi Kampus Budi Bakti: Kinerja Pemerintahan Jokowi Memuaskan, Hanya Masalah Ekonomi Jadi Catatan Minus

Pengamat ekonomi dari Kampus Budi Bakti, Aza El Munadiyan. (Fahri | Pakar)

KEMANG – Litbang Kompas merilis hasil survei tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Hasilnya, 73,9 persen responden menyatakan puas.

Pengamat ekonomi dari Kampus Budi Bakti, Aza El Munadiyan mengatakan, peningkatan kepuasan rakyat dengan kinerja pemerintah menunjukan bahwa kerja-kerja pemerintah selama ini berjalan dengan baik, namun ada catatan dalam bidang ekonomi.

“Rakyat merasa kondisi ekonominya dan ekonomi Indonesia sedang tidak baik. Hal ini menjadi catatan minus sekaligus menjadi peluang dan tantangan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf,” ungkap Aza El Munadiyan, Kamis (24/2/2022).

Ia enambahkan, kebijakan-kebijakan ekonomi dalam masa pandemi Covid-19 dengan menjaga stabilitas sektor moneter dibarengi dengan berbagai program bantuan sosial membuat gejolak ekonomi bisa terkendali dan rakyat merasa aman secara ekonomi.

“Kunci kinerja pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin bisa terus meningkat dengan syarat kebutuhan dasar rakyat terpenuhi. Perkara kelangkaan minyak goreng, JHT, BPJS, pengangguran dan hal-hal sensitif yang berkaitan langsung dengan perut rakyat jangan sampai terganggu,” ujarnya.

Aza menjelaskan, mendekati bulan suci Ramadan dan Idul Fitri, pemerintah harus bersiap menjaga harga kebutuhan pokok agar tidak terjadi lonjakan harga secara ekstrem. Di sisi lain, stimulus ekonomi harus dilakukan dengan mendorong konsumsi dan meningkatkan daya beli masyarakat agar ekonomi bisa tumbuh diatas 5 persen.

“Salah satu caranya dengan memberikan Tunjangan Hari Raya dan gaji ke-13 lebih awal. THR dan gaji ke-13 memiliki potensi konsumsi lebih dari 200 triliun rupiah,” papar mantan etua BEM UGM tahun 2010 ini.

Aza juga mengingatkan menjelang akhir jabatan, Presiden Jokowi  harus lebih fokus pada masalah-masalah mendasar rakyat agar keberhasilan selama ini dikenang rakyat. “Jangan sampai gara – gara minyak goreng setitik rusak susu sebelanga,” pungkasnya.

Survei Litbang Kompas digelar pada 17-30 Januari 2022 melalui wawancara tatap muka melibatkan 1.200 orang responden yang dipilih secara acak dengan pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi di Indonesia. Tingkat kepercayaan survei ini 95% dengan margin of error plus minus 2,8 persen.

Berdasarkan hasil survei Litbang Kompas yang yang dirilis Senin (21/2/2022), tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah meningkat dibanding Oktober 2021. Pada Oktober 2021, tingkat kepuasan publik berada pada angka 66,4 persen. Sementara pada Januari 2022, tingkat kepuasan publik berada di angka 73,9 persen. =FRI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.