Pencemaran Sungai Cileungsi Jadi Masalah Utama Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi

Kondisi pencemaran di Sungai Cileungsi beberapa waktu lalu. IST

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, menyamakan persepsi dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025- 2045 maupun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) lima tahunan. Salah satu poinnya adalah banjir dan pencemaran lingkungan di dua daerah tersebut.

Pj Bupati Bogor, Asmawa Tosepu mengugkapkan, dua pemerintah daerah ini telah menandatangani nota kesepakatan sejak tahun 2019. Dimana kerja sama tersebut membahas khusus soal masalah banjir serta pencemaran di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cileungsi maupun Kali Bekasi yang kerap kali terjadi.

“Kami merumuskan penanganannya baik jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Kebetulan Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi saat ini sama-sama sedang menyusun dokumen RPJPD dan RPJMD. Kami ingin ini sejalan dengan komitmen yang kami bangun untuk mengatasi persoalan banjir dan pencemaran di Sungai Cileungsi yang selama ini terjadi,” kata Asmawa, Minggu (14/1/2023).

Jika solusi telah dirumuskan dan disepakati kedua daerah, maka selanjutnya apa yang sudah disusun tersebut akan diusulkan kepada Pemerintah Pusat.

Asmawa menjelaskan, persoalan banjir dan pencemaran sungai tidak bisa selesai dengan hanya mengandalkan Pemkab Bogor juga Bekasi bahkan bersama Pemprov Jawa Barat sekalipun. Sebab, ada banyak masyarakat di dalamnya.

Apalagi, kata dia, dua daerah ini merupakan yang paling dekat dengan Ibu Kota. Sehingga membutuhkan perhatian lebih akan setiap persoalan yang terjadi.

“Saya sampaikan kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor, momentum saat ini adalah momentum kita sebagai birokrasi memberi warna bagi perjalanan pemerintahan untuk 20 tahun ke depan,” ungkap Asmawa.

Pj Walikota Bekasi, R. Gani Muhamad mengatakan, masalah lingkungan ini sangat penting untuk dilakukan penataan. Apalagi disaat musim kemarau kemarin, sumber air minum terganggu akibat dampak dari pencemaran, begitupun kalau hujan.

“Jadi masalah pencemaran ini harus bisa ditekan sekecil mungkin. Kemudian permasalahan klasiknya adalah masalah kewenangan, maka kita coba sinergikan.
Saya berharap ini bisa dilakukan secara berkelanjutan,” kata dia.

Diketahui, persoalan pencemaran Sungai Cileungsi merupakan salah satu hal yang disorot oleh masyarakat. Sebab, kondisi itu kerap kali terjadi meski telah dilakukan berbagai pencegahan oleh pemerintah.

Salah satu yang paling menyoroti hal tersebut adalah Masyarakat yang tergabung dalam Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C). Mereka bahkan diketahui sempat mengirimkan undangan terbuka kepada Bupati Bogor pada pertengahan September 2023, untuk melihat langsung kondisi Sungai Cileungsi.

Ketua KP2C Puarman mengatakan, surat undangan tersebut dibuat menyusul penanganan persoalan pencemaran Sungai Cileungsi yang diduga tercemar berat oleh limbah industri namun tak kunjung terselesaikan.

Ia mengungkapkan, pencemaran Sungai Cileungsi sudah berlangsung lama, bahkan lebih dari tujuh tahun. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.