Pencairan Dana BOP Paud di Cianjur, Diduga Banyak Penyimpangan

CIANJUR—Penggunaan dana bantuan operasional penyelenggaraan (BOP) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dilingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur,amburadul. Pasalnya, ada dugaan pencairan BOP dari dana alokasi khusus (DAK) ini, dibelanjakan pihak lembaga-lembaga tidak sesuai dengan rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS).
Infomasi yang berhasil dihimpun, sebenarnya dana BOP Paud tersebut, merupakan program pemerintah untuk biaya satuan pendidikan ini dapat dihitung dari jumlah peserta didik yang sudah terdaftar didalam data pokok pendidik (Dapodik).

Sementara itu alokasi dana BOP Paud tersebut, harus direalisasikan sesuai hasil rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS).Sekedar untuk diketahuai saja, bahwa perusahaan yang mengikuti dikegiatan program dana BOP Paud dari bantuan DAK tahun ini diantaranya masing-masing CV Ardyaksa Pratama, CV Veva, CV Afwan, CV AL Fatih, CV Mega Sitia Abadi dan CV Axton Zorro Investama.


“Memang realisasi program dana BOP Paud dari bantuan DAK tahun ini, sudah banyak penyimpangan dilapangan. Karena, berdasarkan hasil tim monitoring kami, dilapangan banyak ditemukan lembaga yang belanja Siplahnya tidak sesuai dengan RKAS. Salah satu contohnya, banyak lembaga-lembaga Paud yang berbelanja kebutuhannya, hanya cukup dengan membeli sebuah kwitansi kosong dari perusahaan/CV,” tegas salah seorang tokoh pengamat pendidikan Cianjur yang juga mantan anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur, Deni Santiko kepada wartawan Rabu (29/12/2021) dihalaman Pemkab Cianjur.


Seharusnya,.lanjut Deni, pihak Disdidikbud Kabupaten Cianjur, segera membuat tim teknis untuk mengevaluasi penggunaan dana BOP Paud dari DAK ini, tidak boleh ada pembiaran. Karena, BOP Paud ditujukan untuk keperluan operasional sekolah yang dibutuhkan oleh satuan pendidikan seperti membeli alat-alat untuk kegiatan belajar mengajar, dan penerimaan siswa/i baru dan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah sesuai RKAS.


“Seperti pembelanjaan barang-barang alat permainan edukatif (APE) dalam maupun luar serta buku sebagai alat penunjang pembelajaran anak-anak yang telah ditentukan sesuai RKAS. Sedangkan nilainya berpareatif dari nilai belanja Rp 90 rupiah hingga Rp 130 rupiah itu semuanya harus dibelanjakan dipakai habis. Apabila ada temuan penyelewengan dana BOP Paud, ini dapat merugikan keuangan negara. Makanya, Disdikbud Kabupaten Cianjur agar segera membentuk tim teknis untuk mengevaluasi dana BOP Paud tahun ini,” pungkasnya. SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.