Pemulihan Ekonomi, Disbudpar dan Pemdes Siap Membangun Desa Wisata

Kepala Disbudpar Kabupaten Bogor, Deni Humaedi. IST

CIBINONG- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata [Disbudpar] Kabupaten Bogor, menyambut baik para pelancong yang mulai berdatangan ke beberapa objek wisata di Bumi Tegar Beriman. Walaupun devisa, atau penerimaan restribusi wisata tidak besar, yang terpenting pariwisata kembali pulih dan bisa berjalan seperti sediakala.

Kepala Disbudpar Kabupaten Bogor, Deni Humaedi mengungkapkan, bahwa pihaknya kini intens melakukan kunjungan tempat wisata, atau desa yang sudah ditunjuk sebagai desa wisata.

“Kita juga ingatkan pembatasan yang berlaku untuk kegiatan wisata waterboom, kolam berenang dan curug [air terjun] di alam terbuka,” jelasnya kepada PAKAR, di kantornya, Kamis [14/10/21].

Lebih lanjut, Deni menuturkan, pergerakan memulihkan ekonomi di sektor pariwisata sudah perlahan terasa. Di mana, tempat makan, atau resto yang di lokasi wisata sudah beroperasi dengan batas 50 persen pengunjung dan mentaati prokes [protokol kesehatan].

Terkait desa wisata, saat ini masih ada yang dikelola oleh pihak sendiri atau Badan Usaha Milik Desa [BUMDes]. Namun, kini bupati juga konsen untuk pengembangan desa wisata. “Tinggal bagaimana wisata berbasis desa bisa membangun dari SDM [sumber daya manusia] dan kelembagaannya,” imbuhnya.

Dengan jumlah 416 desa dan 19 kelurahan, Disbudpar Kabupaten Bogor, mengajak pelaku usaha wisata desa agar bisa membaca tren sekarang ini, di mana kebanyakan dari komunitas-komunitas dan tren back to nature [kembali ke alam]. Artinya, ada peluang menarik wisata di kalangan komunitas.

Untuk membantu pemulihan wisata desa, saat ini Disbudpar juga melakukan pengarahan kepada para pihak-pihak yang memiliki sumber daya dan memikli potensi untuk membantu, seperti wilayah Timur di Ciorai dan Nambo yang berpotensi menjadi desa wisata.

“Ada beberapa perusahaan diajak program CSR [Corporate Social Responsibility] mereka dialihkan untuk membantu program desa wisata di daerah itu. Artinya, jika pun ada bentuk bantuan tanggung jawab sosialnya, jadi jelas dalam bentuk kesejahteraannya,” sambung Deni.

Disbudpar juga mendorong pemerintah desa [pemdes] menggunakan platform digital dalam mempromosikan wisata alam dan desa wisatanya.

“Disbudpar terus berupaya membantu desa-desa yang berpotensial menjadi desa wisata, walau dengan segala keterbatasan yang ada,” pungkasnya.=NDR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.