Pemprov DKI Jakarta Bilang Begini Soal Perintah KBM Tatap Muka Juli 2021

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. IST

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum memutuskan jadwal sekolah tatap muka di Ibu Kota, walau Pemerintah Pusat lewat Surat Keputusan Bersama Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) memerintahkan Kegiatan Belajar-Mengajar tatap muka secara terbatas boleh  dimulai pada tahun ajaran baru mendatang, yang dimulai Juli 2021.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, pembukaan kegiatan belajar-mengajar tatap muka di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak serta merta dilaksanakan. Hal ini harus berdasarkan data penyebaran Covid-19 di Ibu Kota.

“Iya itu kan harapan kita bersama (sekolah tatap muka Juli 2021). Namun demikian, kita harus melihat fakta, data dan angka angka yang ada,” kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (1/4/2021).

Ariza mengatakan, penularan corona di Jakarta memiliki kecenderungan menurun, untuk itu pihaknya sekarang sudah mulai menguji coba sekolah tatap muka secara bertahap. Uji coba dilakukan selama dua bulan ke depan dengan menyasar 96 sekolah dari berbagai tingkatan SD hingga SMA.

Jika uji coba gagal, maka opsinya adalah balik ke pembelajaran daring, tetapi sebaliknya kegiatan belajar mengajar tatap muka bisa dilaksanakan pada tahun ajaran berikut.

“Memang kecenderungan menurun, penularan dan penyebaran covid, kematian menurun, kesembuhan meningkatkan. Vaksinasi meningkat, namun demikian kita harus lebih teliti dan cermat,” tuturnya. 

Ariza mengatakan, pembukaan sekolah di tengah penyebaran wabah ini tidak bisa diputuskan sepihak oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pertimbangan dari orang tua wali murid, pihak sekolah dan pandangan epidemiolog juga menjadi masukan untuk memutuskan pembelajaran tatap muka di DKI.

“Kita akan putuskan setelah dengan pendapat epidemiologi, forkopimda, satgas Pusat, semua pihak termasuk saran masyarakat,” ujarnya. 

Adapun kegiatan belajar mengajar tatap muka di Jakarta sudah ditiadakan selama setahun belakangan setelah Gubernur Anies Baswedan memberlakukan pembelajaran jarak jauh pada April 2020 lalu ketika wabah Covid-19 mulai memuncak di Ibu Kota.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belakangan didesak berbagai pihak salah satunya wakil ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani supaya segera membuka sekolah tatap muka setelah  Anies ancang-ancang membuka tempat karaoke yang juga sudah setahun tutup.

Jika Pembuka tempat karaoke dengan risiko penularan corona yang jauh lebih tinggi, Anies Baswedan juga diminta untuk mempertimbangakan pembukaan sekolah  karena peserta didik yang sudah mulai jenuh melakoni sekolah  daring selama setahun ini. =MHD

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.