Pemprov DKI Jakarta Akui Kegagalan PSBB, Berharap Gagasan Baru Pemerintah Pusat

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. IST

JAKARTA – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPMK) dinilai gagal membendung laju penyebaran virus Covid-19. Untuk itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berharap ada gagasan dalam menangani virus mematikan itu.

Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Ariza) tidak lanjut dari PPKM ini, Pemerintah Provinsi menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat yang juga diakui pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai program gagal, karena kasus corona di Ibu Kota tetap berkisar pada 3.000 kasus sehari sepanjang Januari hingga Februari 2021 ini.

“Kami berharap nanti di PPKM berikutnya ada peningkatan upaya2 pencegahan dan penanganan yang kita harapkan bersama bisa mengurangi secara bertahap penyebaran virus COVID-19,” kata Ariza di Polda Metro Jaya, Rabu (3/2/2021).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memasrahkan penanganan pandemi global ini kepada Presiden Joko Widodo. Untuk itu, Provinsi yang di pimpin Gubernur Anies Baswedan itu bakal mengikuti apapun kebijakan dari Pemerintah Pusat terkait penanganan wabah yang telah menewaskan lebih dari 4.000 penduduk Jakarta itu.

“Kalau nanti presiden satgas pusat dan jajaran lainnya termasuk hari ini nanti siang akan ada rapat apapun kebijakan yang diambil kami akan laksanakan sepenuhnya,” tuturnya.

Untuk mengganti PPKM yang gagal meredam corona, DPR RI saat ini sedang mempertimbangkan opsi lockdown akhir pekan. Cara ini disebut manjur meredam lonjakan kasus di Turki.

Ariza mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak keberatan dengan opsi itu, bahkan dalam satu dua hari ke depan mereka juga bakal mengkaji kemungkinan penerapan peraturan tersebut.

“Usulan dari teman-teman DPR RI saya kira disampaikan saja kepada pemerintah kepada presiden kepada satgas pusat. Kami di Pemprov juga nanti pak gubernur akan mengkaji menganalisa membahas,” tuntasnya. MHD

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.