Pemkab Refocusing APBD 2021 untuk Penanganan Covid-19

Bupati Bogor, Ade Yasin. Prayoga | Pakar

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten Bogor, akan merefocusing Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2021 untuk penanganan Pandemi Covid-19.

Ada dua fokus yang menjadi prioritas Pemkab Bogor dalam refocusing anggaran tahun ini. Pertama, penanganan kesehatan akibat Covid-19, kedua untuk pemulihan ekonomi.

“Refocusing anggaran akan dilakukan dalam waktu dekat. Saat ini masih dalam pembahasan oleh tim Satgas dan tim anggaran pemerintah daerah,” ujar Bupati Ade Yasin, Senin (1/2/2021).

Untuk penanganan kesehatan, ada empat bagian yang difokuskan Pemkab Bogor. Di antaranya, penanganan warga sehat dan terancam Covid-19, penanganan warga terkonfirmasi positif tanpa gejala (OTG), penanganan warga positif bergejala, dan penanganan warga positif meninggal dunia.

Kata Ade Yasin, dalam penanganan warga sehat dan terancam, anggaran yang akan disiapkan yakni untuk sosialisasi dan pencegahann serta anggaran untuk kebutuhan vaksinasi Covid-19.

Kemudian, untuk warga terkonfirmasi positif tanpa gejala, intervensi anggaran dipusatkan pada penyediaan fasilitas perawatan dan isolasi di pusat isolasi di Cibogo, Megamendung dan Kemang.

“Kita akan tambah tim relawan di ruang isolasi, khususnya di Cibogo yang belum lama ini kami fugsikan. Termasuk anggaran khusus bagi pasien positif yang melakukan isolasi mandiri di rumah,” jelas Ade Yasin.

Upaya penanganan Covid-19 ini juga akan menyasar pada optimalisasi crisis center 24 jam, anggaran relawan pendamping, baik PMI maupun posyandu, anggaran optimalisasi pendampingan puskesmas dan optimalisasi ambulans milik puskesmas dan kendaraan siaga desa.

“Kendaraan-kendaraan itu, untuk mengantarkan pasien. Agar penanganan medis bisa berjalan cepat,” ungkap Ade Yasin.

Sementara untuk penanganan warga terkonfirmasi positif bergejala, Pemkab Bogor melakukan refocusing anggaran untuk menambah ruang ICU dan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan rumah sakit swasta.

“Selain itu ada anggaran kenaikan puskesmas untuk penanganan Covid-19, sesuai surat edaran Gubernur Jawa Barat, sekaligus optimalisasi layanan gawat darurat,” kata Ade Yasin.

Kemudian, untuk penanganan warga positif yang meninggal dunia, Ade Yasin menekankan jika pasien neninggal di rumah sakit, maka wajib diurus hingga pemulasaran sesuai protokol kesehatan.

Namun, jika pasien positif meninggal dunia di rumah, atau karena mengalami kesulitas dalam menangani jenazah, Pemkab Bogor membentuk tim khusus pengurusan jenazah, pengangkutan jenazah dari rumah hingga pemakaman jenazah.

“Ini yang harus diperhatikan. Penanganan Covid-19 harus ekstra, kita utamakan rasa kemanusiaan. Pemerintah harus ada untuk masyarakatnya,” tegas Ade Yasin.

Sedangkan untuk pemulihan ekonomi, Pemkab Bogor mengaku terus berupaya meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi masyarakat, menekan angka pengangguran, kemiskinan, meningkatkan kesehatan masyarakat, dan menakan masalah sosial akibat pandemi.

“Kamj juga anggarkan untuk pemulihan ekonomi. Di tengah pandemi ini, kami sadar betul semua serba kesulitan. Dan saya minta kebijakan ini berjalan dengan baik, untuk masyarakat,” tandas Ade Yasin.= Khaerul Umam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.