Pemkab Klaim Jalur Bomang Dilirik Pusat, Statusnya Akan Jadi Jalan Nasional

Bupati Bogor Ade Yasin. Khaerul Umam | Pakar

CIBINONG – Bupati Ade Yasin mengklaim, pembangunan Jalur Bojonggede-Kemang (Bomang) di Kabupaten Bogor dilirik oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Dia pun membuka asa bahwa pembangunan tersebut akan dilanjutkan oleh Pemerintah Pusat dengan status Jalan Nasional.

“Arahan dari Kementrian PUPR jalan tersebut didorong menjadi jalan nasional, pemerintah daerah tugasnya adalah melengkapi dokumen paling lambat Kamis, 7 Mei 2021. Setelah dokumen diterima pihak Kementrian PUPR, maka akan langsung dibahas bersama Menteri PUPR,” kata Ade Yasin, Kamis (6/5/2021).

Menurutnya, Jalur Bomang merupakan kebutuhan bagi pemerintah untuk melancarkan aksesibilitas masyarakat. “Pemkab Bogor juga Pusat sama-sama butuh dengan pembangunan ini. Pusat tertarik untuk membangun, sebab intinya pembangunan untuk masyarakat,” jelas Ade Yasin.

Berangkat dari hal itu, Pemkab Bogor pun kini mulai mempersiapkan dokumen untuk memenuhi persyaratan dari Pemerintah Pusat soal pembangunan Jalur Bomang.

Di antaranya dokumen seperti Feasibility Study, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan gambar teknis, SK Penetapan jalan, dan dokumen pelengkap lainnya.

“Sebagian besar dokumennya sudah lengkap. Kami harus menyambut momentum ini karena cukup sulit mengalihkan perhatian pemerintah pusat kepada pembangunan jalan Bomang. Kita harus menunjukkan bahwa kita siap membangun dengan perencanaan yang betul-betul matang,” tuturnya.

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin menambahkan, secara kriteria sudah sangat masuk jika Pemerintah Pusat membangun jalan ini.

Kata dia, jalan Bomang akan menghubungkan dua jalan nasional, yakni ruas Jalan Raya Bogor dengan ruas Jalan Raya Parung, maka pembangunan ini menjadi sangat strategis.

“Kemudian fungsi jalan ini juga bukan hanya untuk lokal tapi regional. Selanjutnya, secara teknis jalan ini lebarnya lebih dari standar nasional. Kalau standar minimal jalan nasional itu 25 meter lebarnya, jalan ini lebarnya bisa mencapai 50 meter,” terangnya.

Disamping itu, jalan Bomang juga diklaim akan menjadi jalan strategis untuk mengurai kemacetan di Tol Jagorawi, karena nanti jalan di Desa Susukan akan terhubung dengan Depok Antasari. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.