Pemkab Kembali Berikan Bansos, Data Penerima Rawan Timbulkan Masalah

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Burhanudin. Khaerul Umam | Pakar

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten Bogor, akan kembali memberikan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat terdampak Pandemi Covid-19.

Bansos tersebut menyasar kepada para pelaku UMKM, keluarga tidak mampu, dan korban pemutusan hubungan kerja atau PHK.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin mengatakan, bansos yang diberikan tersebut berupa beras kepada 200 ribu KK dengan jumlah 30 kg per KK selama tiga bulan.

“Total beras yang dibagikan sebanyak 18.000 ton. Lalu kami juga memberikan bantuan sosial tunai kepada 2.164 pelaku UMKM dan 7.172 orang korban PHK,” kata Burhan, Jumat (5/3/2021).

Namun demikian, masalah data penerima bansos di Kabupaten Bogor masih harus terus dimatangkan. Sebab, data yang belum dimutakhirkan tersebut rawan menimbulkan masalah.

Hal itu pun diakui Burhan. Dia mengaku sudah membahas hal tersebut bersama dengan beberapa pihak terkait dalam Forum Group Discussion (FGD).

Burhan tak menampik jika data penerima bansos rawan menimbulkan masalah. Sebab dalam kondisi saat ini, bantuan sosial sangatlah diharapkan masyarakat terutama yang tidak mampu.

“Penyaluran Bansos memang harus diselesaikan segera, karena kabupaten Bogor dengan jumlah penduduk paling banyak di Indonesia, akan timbul banyak konflik jika penyaluran Bansos terhambat dan tidak tepat sasaran,” jelasnya.

Sementara, bansos yang dikeluarkan Pemkab Bogor sejalan dengan program pemerintah pusat. Diketahui, pusat telah
telah meluncurkan beberapa Program Jaring Pengaman Sosial diantaranya adalah program sembako dan program bantuan sosial tunai.

Bantuan sosial pusat yang teralokasikan di Kabupaten Bogor per-Februari 2021 yakni bantuan sosial tunai sebanyak 218.128 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Program Keluarga Harapan (PKH) 140.454 KPM dan Program Sembako 199.259 KPM.

Program Jaring Pengaman Sosial diadakan untuk menyokong kehidupan kelompok yang rentan. Bantuan sosial digulirkan agar seseorang, keluarga, kelompok atau masyarakat yang mengalami guncangan dan kerentanan sosial ekonomi dapat tetap hidup secara wajar. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.