Pemkab Gelar Festival Gernas Baku, Gerakan Membangun Emosional Orang Tua dan Anak dengan Membaca Buku

Opening Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku atau Gernas Baku di Serbaguna I Setda, Cibinong, Kabupaten Bogor. IST

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, memulai Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku atau Gernas Baku sebagai upaya membangun hubungan emosional yang melekat antara orang tua dan anak.

Melalui Himpaudi Kabupaten Bogor, Gernas Baku yang merupakan program nasional dari Kemendikbudristek ini mendapatkan respon luar biasa dari para orang tua. Tercatat sebanyak 20 ribu orang terlibat dalam gerakan ini.

Ketua Himpaudi Kabupaten Bogor, Euis Bahyuroh menjelaskan, puluhan ribu orang tua yang tersebar di seluruh kecamatan itu akan mengikuti festival Gernas Baku yang digelar di masing-masing wilayah.

“Acara festival ini kami gelar karena hari ini, dunia kerja orang tuanya anak-anak seperti industri, usaha, perkantoran dan lainnya, itu sudah sangat menyita waktu orang tua. Sehingga, secara hubungan emosional antara orang tua dan anak mulai berkurang. Ini yang ingin kami sampaikan,” kata Euis, usai opening Gernas Baku di Serbaguna I Setda, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (15/5/2024).

Menurutnya, upaya membangun hubungan nasional dengan Gernas Baku menjadi salah satu media yang harus terus dikembangkan. Apalagi, budaya membaca buku di Indonesia tercatat paling rendah di antara 67 negara di dunia.

“Dari 67 negara, Indonesia berada di urutan terendah dalam membaca buku. Ini harus mulai dibiasakan oleh masyarakat, khususnya para orang tua yang nantinya juga bisa menularkan kebaikan itu kepada anaknya,” jelas Euis.

Dengan Gernas Baku ini, Euis mengaku bahwa pihaknya yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) memiliki kewajiban untuk mengimplementasikan kebaikan itu di Kabupaten Bogor.

Adapun dalam festival Gernas Baku nanti, 20 ribu orang tua yang terlibat telah disiapkan untuk membaca buku hasil karangan Himpaudi Kabupaten Bogor yang dikerjasamakan dengan penerbit bernama Airlangga, yakni tentang Uncal Rusa si Penolong.

Euis menjelaskan, dalam buku cerita tersebut tersirat makna sesuai dengan Profil Belajar Pancasila dengan mengedepankan sifat saling tolong dan juga membantu.

“Kami telah membuat buku cerita Uncal Rusa si Penolong. Dimana setiap sekolah nanti menggelar lomba lomba membacakan buku cerita yg dikarang himpaudi bersama dengan penerbitnya, Airlangga. Ini lebih kepada mengelaborasi dan mengorkestrasi ruang-ruang dan kesempatan bagaimana budaya baca ditumbuhkan di Kabupaten Bogor,” tuturnya.

Dengan festival Gernas Baku ini, nantinya para orang tua yang terlibat akan mendapatkan penghargaan. Dengan harapan mereka nantinya bisa meluangkan lebih banyak waktunya dengan anak di rumah.

Euis pun mengajak seluruh orang tua atau wali murid ikut dalam Gernas Baku ini. Karena budaya membaca harus dimulai agar nantinya menular dengan baik kepada anak.

“Yang kami catat ada sekitar 59 ribu wali murid di Kabupaten Bogor dengan 20 ribu di antaranya telah menjadi peserta. Kami harap semuanya ikut ya. Apapun bukunya, apapun judulnya, kita harus memulai membacakan buku cerita ini, agar nanti anak-anak mendapatkan, mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari orang tua. Karena nantinya ini juga bisa diceritakan kepada anak,” pungkas Euis. =MAM/AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.