Pemkab dan ATR/BPN Cianjur Gratiskan BPHTB Bagi Pembuat Sertifikat PTSL

Bupati Herman Suherman, bersama Kepala ATR/BPN Cianjur Sitti Hafsiah serta Asda III Setda Cianjur Dedi Drajat, Kepala BPKAD Cianjur Lusi. Esya | Pakar

CIANJUR – Bagi masyarakat yang mendapatkan sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dibebaskan dari pembayaran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Pembebasan BPHTB tersebut, sebagai upaya meringankan beban masyarakat. Demikian hal tersebut disampaikan oleh Bupati Cianjur Herman Suherman kepada wartawan usai menyerahkan kendaraan dinas kepada Kepala Kantor ATR/BPN Cianjur, Sitti Hafsiah, di halaman Pendopo Pemkab Cianjur.


Menurutnya, kebijakan pembebasan BPHTB bagi masyarakat penerima sertifikat PTSL, Pemkab Cianjur mendapatkan penghargaan dari Menteri ATR/BPN. Informasi yang diperolehnya, kata Herman, belum semua pemerintah daerah menerapkan kebijakan tersebut. “Memang di Jawa Barat sudah ada beberapa daerah yang telah membebaskan BPHTB kepada masyarakat. Tapi Kabupaten Cianjur yang pertama menerapkannya. Ini merupakan tanda sayang kami kepada masyarakat,” tegas kepada wartawan Kamis (2/11/2023).


Herman menegaskan, pinjam pakai kendaraan operasional bagi Kantor Pertanahan ATR/BPN Kabupaten Cianjur tak lain sebagai bentuk dukungan terhadap progres pencapaian PTSL. Terlebih ada permintaan dari Menteri ATR/BPN kala itu agar pemerintah daerah bisa membantu menyiapkan kendaraan operasional bagi kepentingan PTSL. “Alhamdulillah, bantuan kendaraan operasional bisa terealisasikan hari ini (Rabu) sebagai upaya mendukung PTSL di Kabupaten Cianjur,” ujarnya.


Selama ini, kata Herman, capaian PTSL sendiri hingga kini terus berprogres. Bahkan sudah berkomunikasi dengan Kepala Kantor Pertanahan ATR/BPN untuk menyerahkan sertifikat PTSL kepada masyarakat. “Dalam waktu tak terlalu lama lagi akan diserahkan kepada masyarakat. Cukup banyak. Tinggal sisanya nanti sedikit lagi,”imbuhnya.


Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan ATR/BPN Kabupaten Cianjur, Sitti Hafsiah, mengatakan belum semua daerah menerapkan pembebasan BPHTB bagi penerima sertifikat PTSL. Kabupaten Cianjur merupakan pionir daerah di Jawa Barat yang mengambil kebijakan tersebut. “Belum semua kota dan kabupaten membebaskan BPHTB. Di Jawa Barat baru ada sekitar 13 kota dan kabupaten. Cianjur yang lebih dulu membebaskan BPHTB kepada masyarakat,” kata Sitti.


Sittipun tidak memungkiri, jika selama ini yang menjadi kendala PTSL itu dipicu kondisi finansial masyarakat. Artinya, masyarakat kerap kebingungan tatkala dihadapkan pada kewajiban membayar BPTHB. “Sertifikatnya gratis, tapi pas harus membayar pajak bingung karena tidak punya uang,” ujarnya.


Tahun ini, kata Sitti, wilayah Kabupaten Cianjur mendapatkan jatah PTSL sebanyak 23 ribu bidang tanah. Sampai sekarang realisasi penyelesaiannya masih terus berprogres. “Memang dengan adanya pinjam pakai kendaraan operasional dari Pemkab Cianjur ini tentu akan lebih memudahkan kami dalam bekerja serta mempercepat penyelesaian PTSL. Sebelumnya kami juga mendapatkan kendaraan operasional jenis dobel kabin dari Pemkab Cianjur yang digunakan di lapangan untuk pengukuran tanah ke wilayah-wilayah pelosok,” pungkasnya. NDI/SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.