Pemkab Cianjur Sebar 10 Ribu Vaksin ke 34 Puskesmas

CIANJUR – Kabupaten Cianjur melaksanakan vaksinasi tahap pertama, Kamis (28/1/2021). Ribuan nakes dijadwalkan menjalani vaksinasi di masing-masing puskesmas setelah dilakukan kick off vaksinasi di Pendopo Cianjur.

Plt Bupati Cianjur Herman Suherman, mengatakan 10 ribu vaksin sudah sampai di Cianjur sejak dua hari lalu dan 50 persennya telah didistribusikan ke 34 puskesmas di Cianjur. Ditargetkan dalam sepekan, vaksinasi terhadap seluruh tenaga medis dan non medis di puskesmas selesai.

“Hari ini serentak di setiap puskesmas dilakukan vaksinasi untuk nakes. Setiap harinya ada sekitar 1.000 lebih nakes yang divaksisansi,” ujar Herman usai menjalani vaksinasi di Pendopo Cianjur, Jalan Siliwangi.

Menurutnya, di hari pertama vaksin, para pejabat forum pimpinan daerah (Forkopimda) Cianjur juga turut divaksinasi sebagai percontohan untuk masyarakat dalam agenda vaksinasi tahap berikutnya. Bahkan, legenda Persib Atep dan ketua PWI Cianjur juga ikut divaksin.

“Forkopimda dan influencer lainnya ikut divaksin, sebagai contoh dan memastikan vaksin ini aman,” katanya.

Herman menjelaskan, memang sempat tegang saat mulai memasuki meja pendaftaran dan pengecekan kondisi kesehatan. Namun, setelahnya disuntik vaksin mulai biasa saja.

“Memang sempat tegang sedikit. Tapi setelah disuntik vaksin dan menjalani observasi, tidak terjadi apapun dan tidak terasa apa-apa. Vaksin ini aman,” kata dia.

Herman mengajak, kepada seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Cianjur untuk berpartisipasi pada vaksinasi ini. Ia juga mengimbau, masyarakat tidak perlu khawatir dengan vaksin, sebab sudah menjalani uji klinis.

“Vaksin ini sudah dijamin keamanan dan efekiasinya jadi saya mengimbau kepada semua lapisan masyarakat pada umumnya agar berpartisipasi dan mau divaksin dengan tujuan untuk membentuk herd immunity,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Irvan Nur Fauzy, mengatakan vaksinasi tersebut diharapkan bisa berjalan dengan lancar tanpa adanya kendala atau penolakan dari masyarakat. Selain itu, vaksinasi merupakan salah satu upaya untuk mencegah dan meminimalisir penyebaran COVID-19.

“Yang ditargetkan di tahap awal ini Nakes sebagai kelompok yang paling berisiko. Dengan adanya influencer yang juga divaksinasi, diharapkan menjadi gambaran pada masyarakat untuk tak takut divaksin,” pungkasnya. NDI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.