Pemkab Butuh Anggaran Rp125 Miliar Untuk Angkat Tenaga Honorer Menjadi Tenaga P3K

Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan. (Diskominfo)

CIBINONG – Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengaku harus menyiapkan anggaran hingga Rp125 miliar untuk pengangkatan tenaga honorer yang ada lingkup Pemerintah Kabupaten Bogor menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Menurutnya, angka tersebut mengacu pada jumlah tenaga honorer yang jumlahnya sekitar ribuan orang.

“Sebelumnya Pemkab hanya menganggarkan Rp30 miliar per-tahun untuk tenaga honorer, sekarang dengan aturan harus mengangkat tenaga honorer menjadi PPPK, Pemkab harus menyiapkan hingga Rp125 miliar, kan PPPK ini gajinya lumaya besar hampir mencapai Rp3 juta,” ujar Plt Bupati Iwan Setiawan kepada wartawan belum lama ini.

Meski demikian, pihaknya masih terus menghitung dan mencari sumber-sumber anggaran untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Atau juga pengangkatan tenaga honorer menjadi PPPK ini bisa dilakukan secara bertahap.

“Mudah-mudahan bisa bertahap, 2.000 tenaga honor, misalnya tahun ini setengahnya, tahun depan APBD 2024 kita hitung lagi, supaya kami bisa berbagi dengan kebutuhan atau kegiatan lain,” ucapnya.

Iwan Setiawan juga mengaku minta maaf jika akhirnya banyak pembangun infrastruktur harus tertunda karena tersedot kekurangan anggaran pengangkatan tenaga honorer.

“Kami harus membagi, dan maaf jika banyak infrastruktur yang tertunda karena harus tersedot angka sekian,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan, jika Pemkab Bogor tidak ada niat memberhentikan atau melakukan PHK bagi para pekerja honorer tersebut. Sebab, Pemkab masih kekurangan pekerja.

Untuk itu, ia mengaku akan memperjuangkan agar para tenaga honorer ini bisa diangkat menjadi tenaga PPPK meski saat ini kondisi keuangan Pemkab devisit hingga Rp1 triliun.

Terkait beban ini, ia berharap ada bantuan Dana Alokasi Umum (DAU) yang digelontorkan pemerintah pusat.

“Kalau tidak ada tentunya kita harus mencari solusi salahsatunya target pendapatan, Silpa, atau merefocusing kegiatan-kegiatan tidak prioritas, akan kita stop untuk memenuhi kebutuhan tenaga PPPK,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Djuanda mengatakan, guru pengajar di Dinas Pendidikan saat ini yang ada hanya 7.000 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 3.000 PPPK.

“Jadi Disdik masih kurang 4000 guru lagi,” ujar Kadisdik Djuanda kepada wartawan.

Untuk menutupi kekurangan guru, Dinas Pendidikan tidak serta Merta bisa merekrut tenaga honorer. Sebab, perekrutan ini tentunya harus melihat kemampuan APBD juga.

Tahun ini saja, sekitar 1.620 guru honorer telah diangkat PPPK, dan masih menyisakan 3.039 guru honorer.

“Mereka sudah lulus pasinggrade, mereka tinggal menunggu waktu, kita sudah usulkan kebutuhan ini, bulan kemarin itu sekitar 700, ini juga masih dalam penghitungan, tergantung daripada kondisi APBD, karena tidak semua berasal dari DAU, DAU hanya gaji pokok saja sehingga sisanya ditutupi oleh APBD,” tandasnya. =YUS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.