Pemkab Bogor Terapkan Sanksi Usai Izinkan Truk Tambang Beroperasi Siang Hari

Petugas Dishub Kabupaten Bogor tengah memutarbalik truk tambang yang melanggar jam operasional beberapa waktu lalu. IST

CIBINONG – Usai memutuskan kebijakan yang menuai polemik karena mengizinkan truk tambang beroperasi pada siang hari, kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mulai menyiapkan skema sanksi untuk kendaraan yang melanggar aturan operasional.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih mengungkapkan, penerapan sanksi tersebut dilaksanakan bersama jajaran Polres Bogor.

Keputusan itu, kata dia, telah disepakati oleh para pelaku transportasi saat beraudiensi dengan Penjabat (Pj) Bupati Bogor Asmawa Tosepu pada Kamis (14/3/2024.

“(Sanksi) dari kepolisian bisa memberikan tilang. Terus dari kita juga masalah kelaikan uji (kendaraan), misalnya enggak lulus ya enggak bisa beroperasi,” ungkap Dadang kepada wartawan, Selasa (19/3/2024).

Dadang menjelaskan, sanksi tersebut mulai diterapkan kepada para pelaku transportasi yang melanggar sepekan setelah tahap sosialisasi terhitung sejak aturan tersebut disepakati.

“Satu minggu (sosialisasi). Terkait dengan pengawasan, kita bareng-bareng dengan Polsek, Polres mengadakan penindakan,” ujarnya.

Diketahui, usai beraudiensi dengan para sopir truk tambang para Kamis (14/3/2024), Pemkab Bogor
kembali mengizinkan operasional truk angkutan khusus tambang di siang hari. Kebijakan itu berlaku hingga 15 April 2024.

Pj Bupati Bogor, Asmawa Tosepu mengatakan, keputusan yang diambil usai pertemuan dengan para sopir truk tersebut adalah keputusan sementara sebagai solusi jangka pendek.

“Intinya kita sama-sama mencari solusi, dan semuanya harus bisa mengakomodir semua kepentingan, masyarakat, transporter, pemerintah,” ungkapnya.

Aturan mengenai kembali diperbolehkannya truk tambang beroperasi pada siang hari itu juga diketahui menjadi salah satu poin dalam nota kesepakatan yang berisi delapan poin antara Pj Bupati Bogor dengan para pelaku transporter yang ditandatangani bersama pada pertemuan di kantor bupati, Cibinong, Kamis kemarin.

Poin pertama dalam nota kesepakatan tersebut menyatakan pemberlakuan kembali pelaksanaan uji coba jam operasional kendaraan angkutan barang khusus tambang kosongan dari arah Tangerang menuju Kabupaten Bogor mulai pukul 13.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB.

Poin kedua, jam operasional kendaraan angkutan barang khusus tambang mengikuti Peraturan Bupati nomor 56 Tahun 2023 tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Bogor Nomor 120 Tahun 2021 tentang Pembatasan Waktu Operasional Kendaraan Khusus Tambang pada ruas jalan Kabupaten Bogor dari pukul 22.00 WIB sampai pukul 05.00 WIB.

Diketahui, aturan ini diberlakukan setelah
para sopir truk melakukan aksi demo memblokir Jalan Raya Mohamad Toha, Parungpanjang belum lama ini dengan cara memarkirkan kendaraan tambang di tengah jalan.

Aksi para sopir truk yang memblokir jalan raya, mengakibatkan lalu lintas lumpuh total, terutama arah dari Tangerang.

Padahal sebelumnya, Pemkab Bogor resmi mencabut uji coba operasional truk tambang tanpa muatan pada siang hari mulai pukul 13.00 hingga 16.00 WIB.

Pencabutan aturan uji coba operasional truk tambang di siang hari itu berlaku efektif pada Rabu, 13 Maret 2024 atau bersamaan dengan diresmikannya
penerapan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 56 Tahun 2023 tentang Jam Operasional Bagi Truk Tambang yang dengan tegas melarang kendaraan tonase besar itu melintas pada pukul 05.00 hingga 22.00 WIB.

Penerapan tersebut diberlakukan sesuai hasil rapat evaluasi yang dilakukan oleh Pemkab Bogor, Pemprov Jabar, Polres Bogor, dan Kodim 0621 belum lama ini. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.