Pemkab Bogor Kehilangan Ratusan Miliar, Kok Bisa?

0
158
Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin

BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor dipastikan kehilangan
ratusan miliar pendapatan di wilayah timur. Merupakan konsekuensi jika Daerah Otonomi Baru (DOB) Bogor Timur terbentuk.

Ratusan miliar itu, menurut catatan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor, terdiri dari 1.135 bidang tanah, dan luasannya mencapai 8.983.684 m2 dengan nilai (perolehan) Rp 273.946.728.483 miliar berdasarkan hitungan tahun 2014.

Kemudian untuk aset gedung, terdapat 3.435 bangunan dengan total nilai mencapai Rp 449.838.380.208 miliar

“Yang dimaksud gedung ini bukan gedung yang berdiri, tetapi gedung dan bangunan. Termasuk jalan pun itu termasuk kategori gedung dan bangunan,” ujar Kabid Asep BPKAD Kabupaten Bogor, Iman W Budiana, Jumat (26/7/2019).

Sementara untuk aset bangunan, Iman menyebut terdiri jalan, sekolah, rumah dinas, posyandu, puskesmas, kantor kecamatan dan kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT).

Untuk proses penyerahannya, sambung Iman, sistemnya yang akan digunakan sama seperti saat pemberian aset pada Kota Depok.

“Kita kan dulu pernah menyampaikan ke Depok, ketika aset yang tertanam saat itu ada di wilayah yang bersangkutan, maka semua aset yang ada di sana menjadi milik mereka begitu nanti prinsipnya,” jelas Iman.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Burhanudin menegaskan, rencana pembentukan DOB Bogor Timur merupakan sebuah kebutuhan.

“Pemekaran wilayah itu adalah kebutuhan bukan keinginan. Karena luas wilayah kita sangat besar. Sehingga pelayanan pada masyarakat pun belum optimal, tidak efektif,” sebut Burhanudin.

Begitu pun dengan rencana DOB Bogor Barat. Menurut dia, pemisahan diri dari kabupaten induk untuk dua wilayah yakni barat dan timur sudah melalui proses kajian yang matang.

Tak hanya itu, pemekaran wilayah seperti Bogor Timur sudah sangat siap dilakukan. Bahkan Burhan meyakini dari sektor PAD, untuk pendapatan di wilayah timur jauh lebih besar dibanding wilayah lain.

“Banyak yang menjadi pertimbangan untuk pemekaran wilayah. Salah satunya adalah PAD. Dan saya yakin, PAD di Bogor Timur ini sangat besar dibanding yang lain. Sehingga akan mampu berdiri sendiri,” kata dia.

Atas dasar kebutuhan dan kesiapan itu, Burhan berharap pemerintah pusat mencabut moratorium yang saat ini menjadi kendala pemekaran yang tak kunjung terwujud.

“Karena itu (moratorium-red) adalah poinnya untuk pemekaran. Ada pertimbangan politiknya,” kata dia.

Sebagai percepatannya, Pemkab Bogor menurut Burhan, akan menyampaikan aspirasi masyarakat Bogor Timur ke Pemperintah Provinsi Jawa Barat sebagai kepanjangan tangan melakukan lobi pencabutan moratorium.

“Nanti pak gubernur akan membentuk tim internal dinas. Setelah itu baru beliau juga minta persetujuan dengan DPRD. Kalau itu cepat dan lancar, semua bisa cepat berjalan,” tukasnya.

Sementara, Bupati Ade Yasin mengatakan belum bisa memprediksi dan mengetahui kapan pemekaran Bogor Timur terealisasi.

“Saya juga tidak tahu kapan selesainya sampai di ketok palu. Saya belum bisa prediksi tetapi yang jelas dari Kabupaten Bogor proses administrasinya sudah beres,” sebutnya.

KHAERUL UMAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.