Pemkab Bogor Isyaratkan Pembangunan Jalan Tol Tambang Gunakan APBN

Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu. IST

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kembali menyuarakan rencana pembangunan tol angkutan khusus tambang yang hingga saat ini masih belum jelas.

Kali ini, Pemkab Bogor mengisyaratkan bahwa pembangunan jalan sepanjang 11,5 kilometer yang menghubungkan Rumpin-Parungpanjang itu akan dibangun menggunakan APBN.

Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu menyebut bahwa kemungkinan itu bisa terjadi karena adanya kesepakatan bersama dengan Komisi V DPR-RI.

“Karena menjadi kesepakatan pada saat pertemuan dengan Komisi V DPR RI dan kemungkinan besar akan dibangun menggunakan dana APBN,” ungkap Asmawa, Minggu (21/4/2024).

Lebih lanjut dia menjelaskan, saat ini Pemkab Bogor sedang mengusulkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) mengenai pendanaan untuk membangun infrastruktur tol angkutan tambang.

“Kemudian menjadi kewajiban Kabupaten Bogor untuk menyiapkan dokumen perencanaan seperti Detail Engineering Design (DED), Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) dan lain sebagainya,” jelasnya.

Asmawa pun mengaku telah memaparkan soal skenario pembangunan jalan tol angkutan khusus tambang dan sejumlah persoalan infrastruktur di Parungpanjang pada saat agenda kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI ke Parungpanjang, Kabupaten Bogor belum lama ini.

Skenario tersebut merupakan tiga opsi untuk pembiayaan membangun jalan tol sepanjang 11,5 kilometer yang menghubungkan Rumpin-Parungpanjang.

Jal tol tersebut, kata dia, untuk mengatasi sejumlah permasalahan akibat banyaknya truk tambang yang melintas di jalan arteri wilayah barat dan utara Kabupaten Bogor.

Karena, tak sedikit masyarakat yang menjadi korban jiwa akibat tertabrak truk tambang. Belum lagi, lalu-lalang kendaraan pengangkut hasil pertambangan itu menyebabkan kemacetan dan polusi udara akibat debu jalanan.

Asmawa menyebutkan, tiga opsi pembiayaan tersebut yaitu, pertama dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Opsi kedua, dengan melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Barat. Kemudian, opsi ketiga yaitu dengan melibatkan investor atau pihak swasta. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.