Pemkab Bogor Harus Suntik 1,7 Juta Dosis Vaksin Lagi Agar PPKM Level 2

Bupati Bogor Hj. Ade Yasin saat meninjau penerapan ganjil genap di simpang Gadog Puncak, Sabtu (4/9/2021). Prayoga | Pakar

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, berambisi mengejar target 50 persen vaksinasi agar wilayahnya bersama aglomerasi Jabodetabek turun ke level dua Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Kita harus genjot vaksinasi, minimal 50 persen penduduk harus sudah divaksin untuk bisa turun ke level dua,” ungkap Bupati Ade Yasin, Selasa (12/10/2021).

Saat ini, perkembangan vaksinasi di Kabupaten Bogor baru mencapai 31,84 persen atau sekitar 2,69 juta dosis. Untuk mencapai 50 persen, Ade Yasin menyebut jika Pemkab Bogor harus menyuntikkan sekitar 1,7 juta dosis vaksin lagi dari total keseluruhan yang harus divaksin sebanyak 8,5 juta dosis atau 4,2 juta penduduk (70 persen).

Dia bertekad menyelesaikan target tersebut dalam kurun waktu satu bulan atau sebelum target keseluruhan sebesar 70 persen harus selesai di bulan Desember.

“Jadi satu bulan ini kita genjot, saya sudah melaksanakan rapat bersama dengan para camat juga forkopimda. Semua bekerja bersama untuk menurunkan level PPKM tersebut,” jelas Ade Yasin.

Tak hanya itu, dia mengaku jika Pemkab Bogor pun menaikkan target vaksinasi per hari dari sebelumnya 50 ribu, menjadi sekitar 70 ribu dosis per hari.

Ade Yasin mengatakan jika target tersebut harus segera dicapai. Sebab dia menilai, ada imbas negatif dan positif dari PPKM Level 3 tersebut. Imbas negatifnya adalah sejumlah sektor masih belum diperbolehkan untuk beroperasi diantaranya sektor pariwisata yang masih ada batasan-batasan yang harus diterapkan.

Sedangkan imbas positif yang dialaminya adalah semua aparat dari tingkat desa, camat, pemda serta TNI-Polri bekerjasama untuk menanggulangi penularan covid-19 ini.

“Untuk turun level PPKM, maka minimal 50 persen harus sudah vaksinasi. Ini juga terus kita kejae,” kata dia.

Jika PPKM level 2 dapat diterapkan, sambungnya, maka sektor pariwisata bisa beroperasi secara maksimal. Apalagi di Kabupaten Bogor sendiri banyak masyarakatnya yang menggantungkan hidup pada sektor tersebut.

“Seperti hotel, restoran serta tempat wisata rekreasi atau alam ini sudah paling siap untuk beroperasi secara maksimal. Karena dalam PPKM level 3 mereka dapat beroperasi namun dengan batasan tertentu,” paparnya.

Sementara jika hingga beberapa bulan kedepan Kabupaten Bogor masih berstatus PPKM level 3, Ade Yasin khawatir akan berdampak kepada pemulihan ekonomi yang sedang digalakkan oleh Pemkab Bogor.

“Karena kalau masih PPKM level 3 dengan segala pembatasannya berpengaruh menurunkan pendapatan masyarakat seperti saat ini. Hal itu juga berpengaruh ke pendapatan daerah,” tuturnya.

Disisi lain, Ade Yasin mengaku optimis wilayah Kabupaten Bogor bisa menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2.

Dia mengklaim jika kasus penularan Covid-19 di wilayahnya sudah melandai. Begitu juga dengan keterisian Bed Occupancy Rate (BOR) ICU di sejumlah rumah sakit yang sangat rendah yakni 9 persen.

“Saya kira kita siap saja kalau harus menuju PPKM level 2. Tapi karena Aglomerasi ini kan harus sama tidak bisa satu daerah saja,” kata Ade Yasin.

Diketahui, sampai saat ini Kabupaten Bogor masih menerapkan PPKM Level 3 lantaran masuk dalam wilayah aglomerasi Jawa dan Bali. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.