Pemkab Bogor Catat Petani di Daerahnya Hasilkan 364.322 Ton Padi Sepanjang Kemarau

Ilustrasi sawah. (Dok.Pixabay)

CIBINONG – Meski mengalami sejumlah kegagalan panen akibat kemarau, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura Dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor mencatat, masih ada petani di daerahnya yang bisa menuai hasil dalam kondisi tersebut.

Hingga akhir September 2023,
Distanhorbun Kabupaten Bogor
mencatat panen padi yang dirasakan petani di daerahnya mencapai 364.322 ton. Jumlah tersebut didapat dari sawah seluas 60.720 hektare.

“Bulan Januari sampai dengan September tanaman padi di Kabupaten Bogor dengan luas panen 60.720 hektare, produksi padi 364.322 ton,” ungkap Pelaksana tugas (Plt) Kepala Distanhorbun Kabupaten Bogor, Tatang Mulyadi, Kamis (2/11/2023).

Tatang menerangkan, produksi padi tersebut menghasilkan beras sebanyak 233.239 ton. Namun menurutnya, jumlah itu masih jauh dari jumlah kebutuhan beras Kabupaten Bogor yang mencapai 696.567 ton dalam setahun.

“Setiap tahunnya hasil panen padi di Kabupaten Bogor baru mampu memenuhi 40 persen kebutuhan beras daerah, sedangkan sisanya dipenuhi dengan mendatangkan beras dari daerah lain, seperti dari Karawang dan Indramayu,” jelas Tatang.

Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor Asep Mulyana mengungkapkan, jumlah kebutuhan beras di daerahnya yaitu 696.567 ton setiap tahunnya.

Dia menerangkan, pada tahun 2022 dengan jumlah kebutuhan yang sama, Pemerintah Kabupaten Bogor mampu menyediakan 753.392 ton beras.

“Jumlah ketersediaan beras 2022 dipenuhi dari 413 ton yang berasal dari stok tahun 2021, kemudian 298.604 ton dari produksi petani Kabupaten Bogor, serta 454.374 ton dari daerah lain,” kata Asep. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.