Pemerintah Blokir RS dan Lab yang Tidak Patuhi Ketentuan Harga Tes PCR

Tes swab terhadap anggota Koordinatoriat Wartawan Parlemen sebelum melaksanakan kegiatan bersama para pimpinan MPR/DPR/DPD RI.(Ist)

JAKARTA – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menindak tegas fasilitas kesehatan (faskes) yang melayani pemeriksaan RT-PCR tidak mematuhi ketentuan terbaru harga tes PCR.

“Bagi rumah sakit dan lab penyelenggara pelayanan Covid-19 yang nakal, maka akan kami tindak tegas dengan diblokir hasil pemeriksaannya dari aplikasi PeduliLindungi,” tegas Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir dalam keterangannya, Jakarta, Minggu (31/10/2021).

Sebagai tindak lanjut, kata Abdul Kadir, Kementerian Kesehatan juga sudah mengeluarkan surat nomor SR.04.03/I/3853/2021 yang ditujukan kepada seluruh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten, dan Kota, Kepala atau Direktur RS yang memiliki Lab pemeriksaan Covid-19, dan Pimpinan Laboratorium Pemeriksaan Covid-19 seluruh Indonesia. 

Dalam surat tersebut, Kemenkes menginstruksikan seluruh rumah sakit dan laboratorium penyelenggara pelayanan Covid-19 untuk menyesuaikan tarif pemeriksaan RT-PCR, serta sanksi bagi Fasilitas Kesehatan yang tidak patuh.

Sebagai informasi, sejak 27 Oktober 2021, pemerintah telah resmi menetapkan harga pemeriksaan Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) sebesar Rp275 ribu untuk Pulau Jawa dan Bali. Sedangkan luar Pulau Jawa dan Bali dipatok Rp300 ribu.

Batasan tarif tertinggi pemeriksaan RT-PCR ini ditetapkan melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan nomor HK.02.02/1/3843/2021 tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan RT-PCR. 

“Dari hasil evaluasi, kami sepakati bahwa batas tarif tertinggi pemeriksaan RT-PCR diturunkan menjadi Rp275 ribu untuk daerah Pulau Jawa dan Bali serta sebesar Rp300 ribu untuk luar Pulau Jawa dan Bali,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir dalam keterangan persnya secara virtual, Jakarta, Rabu (27/10/2021).

Adapun penetapan harga baru tes PCR tersebut lebih rendah dibandingkan sebelumnya yang dipatok Rp495 ribu untuk Pulau Jawa dan Bali dan Rp525 ribu untuk luar Pulau Jawa dan Bali.

“Hasil pemeriksaan RT-PCR dengan menggunakan besaran tarif tertinggi tersebut dikeluarkan dengan durasi maksimal 1×24 jam dari pengambilan swab,” imbuh dia.

Abdul Kadir mengatakan, sebelumnya Kemenkes telah melakukan evaluasi bersama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dengan melalui perhitungan biaya pengambilan dan pemeriksaan RT-PCR, yang terdiri dari komponen-komponen berupa jasa pelayanan/sumber daya manusia (SDM), komponen reagen dan bahan habis pakai (BHP), komponen biaya administrasi, overhead, dan komponen biaya lainnya yang disesuaikan dengan kondisi saat ini. 

“Kami mohon agar semua fasilitas pelayanan kesehatan, seperti rumah sakit, laboratorium, dan fasilitas pemeriksaan lainnya yang telah ditetapkan oleh menteri dapat mematuhi batasan tarif tertinggi RT-PCR tersebut,” ujarnya.MHD

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.