Pembongkaran Bangli di Ciawi Ricuh, Anggota Polisi dan Satpol PP Terluka

Suasana kericuhan saat pembongkaran bangunan liar di Ciawi. Ujang | Pakar

CIAWI – Pembongkaran Bangunan Liar (Bangli) yang berdiri diatas tanah milik Kementrian PUPR di Desa Ciawi, Kecamatan Ciawi, berakhir ricuh. Bahkan Surya Danton Rangger Satpol PP Kabupaten Bogor, dan anggota sabhara Polres Bogor mengalami luka serius dan dilarikan ke IGD RSUD Ciawi akibat bentrok dengan Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kota Bogor, yang sudah menunggu sejak pagi hari.


Awalnya pembongkaran tersebut berjalan lancar, setelah sejumlah perwakilan pemilik bangunan meminta kepada Kasatpol PP Kabupaten Bogor Cecep Imam Nagarasid untuk melakukan pembongkaran sendiri, karena akan memanfaatkan bahan material bangunan tersebut, sehingga pol pp mundur.


Hasil pantauan Pakar dilokasi kejadian, namun selang beberapa waktu, dinilai pembongkaran lambat, alat berat yang dibawa satpol PP akan merobohkan bangunan, pihak Satpol pp meminta agar sejumlah anggota ormas PBB keluar dari dalam bangunan. Tak lama sejumlah anggota ormas yang yang berada diluar bangunan berlarian meminta agar bangunan tersebut dibongkar sendiri.

Terjadi adu mulut dan bersitegang, namun pada saat bersitegang saling dorong antara Satpol PP, polisi dan anggota ormas terjadi lemparan batu dan bahan material bekas berupa kayu yang menjadi pemicu bentrok yang mengakibatkan anggota Satpol PP dan anggota Sabhara terluka dipelipis mata akibat lemparan batu.


Kasatpol PP Kabupaten Bogor Cecep Imam Nagarasid mengatakan, jika membongkar tersebut sudah melalui mekanisme dan kajian yang panjang sehingga sesuai dengan aturan. “Pembongkaran ini sudah melalui aturan, kajian sehingga prosesnya cukup panjang. Tanah ini, milik PUPR, yang disewakan kepada Pihak Jasa Marga,” kata Cecep kepada Pakar.


Dia menjelaskan, terkait dengan bentrokan tersebut awalnya pihak Satpol PP mundur, karena pihak ormas PBB meminta agar mereka membongkar sendiri sehingga lanjut dia pihaknya memerintahkan anggotanya mundur. “Awalnya kami memberikan kebijakan, seperti yang mereka minta melalui Ormas PBB untuk membongkar sendiri, namun disaat perjalan sejumlah anggota kami saat membongkar bangunan dengan alat berat, sejumlah anggota ormas berada didalam bangunan dan diminta untuk keluar disitulah terjadi adu mulut yang berujung ricuh,” jelasnya.


Cecep menjelaskan, satu anggotanya yang juga Danton Rangger Satpol PP terkena lemparan batu terluka dibawa ke IGD, serta satu anggota polisi dari sabhara Polres Bogor juga terluka. “Kami sangat menyesalkan terjadinya bentrokan tersebut, anggota kami sejak awal menahan diri, namun karena adanya lemparan batu barang material membuat situasi menjadi tidak terkendali. Kami memiliki vidio buktinya setiap langkah anggota maupun kegiatan pembongkaran ini kami visualkan,” ungkapnya.


Sementara itu, Franch Alexander silitonga Ketua DPC Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kota Bogor mengatakan, pembongkaran bangunan tersebut sarat dengan kepentingan, bahkan dia menegaskan ,jika lokasi usaha tersebut setiap bulannya membayar kepada oknum Jasa Marga RP 150 ribu perbulan. “Pembongkaran ini sarat dengan kepentingan karena akan dibangun sport senter, bahkan kami disini tidak gratis selain kami membeli tanah ini dari warga juga kami membayar setiap bulan Rp 150 ribu kepada salah seorang dari pihak jasa marga,” ungkapnya.


Dia mengaku, jika lahan tersebut milik PUPR namun kenapa pihak Jasa Marga yang memaksa memanfaatkan pemkab Bogor untuk melakukan pembongkaran. Dia menegaskan, akan membawa permasalahan tersebut kepada DPP PBB di jakarta sehingga bisa ditindak lanjuti kepada kementrian PUPR. “Saya akan bawa masalah ini kepada DPP PBB, sehingga bisa melakukan tindakan untuk mempertanyakan kepada Kementrian PUPR,” ucapnya. UJG
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.